Friday, 03 August 2012 18:24    PDF Print E-mail
Gas Sumut kembali krisis
Warta

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

 
MEDAN – Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara (plt Gubernur Sumut) Gatot Pujo Nugroho meminta pemerintah pusat membantu Sumut untuk mengatasi krisis energi gas di daerah tersebut. Hal itu disampaikan Gatot kepada Dewan Energi Nasional (DEN) yang melakukan kunjungan kerja ke Sumut di Gubernuran, hari ini.
 
Pada kesempatan itu Gatot mengatakan, beberapa bulan belakangan pihaknya bersama DPD RI asal Sumut dan Kadin Sumut sudah mengungkapkan kekurangan energi gas untuk kebutuhan industri kepada menteri. Dimana kebutuhan gas bagi industri di Sumut saat ini sebesar 25 mmscfd (millions of standard cubic feet per day). Namun yang mampu dipenuhi Perusahaan Gas Negara (PGN) hanya 11,4 mmscfd.

join_facebookjoin_twitter

"Kami sudah berulangkali menyuarakan hal ini, namun belum mendapatkan solusi nyata. Kami berharap kebutuhan gas di Sumut dapat segera terpenuhi, sehingga keberlangsungan kegiatan industri dapat terjamin," kata Gatot.
 
Namun, alih-alih memberikan solusi terhadap krisis energi di Sumut, DEN malah melimpahkan penanganan krisis listrik dan gas ke pemerintah daerah dengan meminta terlebih dulu melakukan pemetaan rencana umum energi daerah. Begitupun tidak ada jaminan krisis energi bisa teratasi segera. Anggota DEN, Tumiran mengaku telah mengetahui adanya krisis gas di Sumut. Begitu juga dengan energi listrik yang masih mengalami kekurangan. Karena itu pihaknya melakukan kunjungan kerja dalam rangka menetapkan langkah-langkah penanggulangan krisis dan darurat energi.
 
“Karena itu kami ingin mendengar kira-kira policy (kebijakan) di daerah seperti apa dalam mengantisipasinya,” katanya.
 
Namun setelah dipaparkan kondisi krisis energi yang sedang terjadi di Sumut baik oleh Plt Gubernus Sumut dan Kepala Distamben, DEN hanya menyarankan agar segera dibuat rencana umum energi daerah. Sebab selama ini, menurut Tumiran, informasi kebutuhan dan ketersediaan energi hanya dari pemerintah pusat. Sementara belum ada yang pernah membuat rencana umum energi daerah.
 
“Masalah yang terpenting ada data pasti dari kebutuhan energi di Sumut. Kami lebih percaya informasi itu dari daerah, karena selama ini hanya pusat yang berikan,” ujar Dekan Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM) ini.
 
Dia menjelaskan, dalam susunan perencanaan umum energi daerah nantinya dijelaskan secara detail memproyeksikan berapa kebutuhan energi di Sumut ke depan dan berapa suplai yang harus terpenuhi untuk kebutuhan tersebut. Lalu diuraikan juga kebutuhannya berapa untuk rumah tangga, industri, kantor dan sebagainya.
 
Namun ketika disinggung apakah dengan selesainya rencana umum energi daerah tersebut dapat menjamin ketersediaan energi di daerah, Tumiran buru-buru menampik bahwa itu tidak terkait dengan jaminan yang harus tersedia atau tidak.
 
“Kita bukan bicara jaminan seperti itu. Misal Sumut tahun ini butuh gas berapa mmtu (million metric british thermal unit) untuk industri, kita cari bersama dari mana datangnya gas, bagaimana infrastrukturnya. Kita lihat Jepang tidak punya gas tapi karenapunya rencana energi yang baik makanya bisa seperti itu,” bebernya.

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat17/wol)

 

 

WARTA KARTUN

 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment