Saturday, 04 August 2012 11:17    PDF Print E-mail
Kader PAN Sumut khawatir ada konflik
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut Edi Sahputra mengakhawatirkan potensi konflik di internal partai di daerah tersebut.

“Potensi konflik makin meruncing saat ini dan sudah mulai dirasakan di internal DPW PAN Sumut. Karenanya, Ketua DPW PAN Sumut Syah Afandin dan Sekretaris Parluhutan Siregar, segera menghentikan tindakan-tindakan yang merugikan citra PAN. Apalagi, Pemilu 2014 tinggal 1,7 tahun lagi,” katanya dalam siaran persnya, hari ini.

Menurut dia, jika PAN Sumut terus bergejolak, maka diyakini suara PAN akan anjlok. Perolehan suara PAN jelas tidak tercapai, seperti yang dicita-citakan Ketua Umum Hatta Rajasa menuju dua digit.

Untuk itu dia minta Ketua DPW PAN Sumut dan Sekretaris fokus mengurusi partai dan tidak membuat sikap dan tindakan-tindakan merugikan partai. Mengingat keberadaan partai saat ini di bawah kepemimpinannya tak kelihatan adanya kemajuan dan bahkan kondisi DPW PAN Sumut saat ini dinilai memprihatinkan, lebih-lebih telah muncul gejolak-gejolak yang akan merugikan citra PAN Sumut.

Edi sahputra yang juga sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu menguraikan keprihatinnya terhadap komitmen dan fakta integritas Syah Afandin. Sebut misalnya komitmennya menghibahkan tanah dan gedung untuk sekretariat kantor PAN, melakukan konsolidasi ke tingkat cabang sampai akhir Desember 2011. Belum lagi janji yang disampaikan dalam setiap kesempatan dan pidatonya untuk mengakomodir semua potensi  yang sudah dibicarakan ternnyata tak terwujud hingga saat ini.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi PAN hari ini, konsolidasi belum selesai, bahkan tingkat kabupaten saja konsolidasi PAN tak selesai juga, apalagi sampai cabang dan ranting. Ini menunjukkan kondisi PAN di Sumut kurang sehat menuju Pemilu 2014,” katanya.

“Kita malu sebagai partai tengah, belum memiliki kantor yang refresentatif. Kita malu juga, Rumah PAN Sumut saat ini hanya sewa dan tidak meningkatkan citra yang baik,” kata Edi Saputra.

Edi menambahkan, kebijakan dan keputusan yang dilakukan kepemimpinan hari ini sering mengabaikan mekanisme organisasi, misalnya, keputusan diambil tanpa melalui rapat. Hal ini dilakukan karena sarat dengan kepentingan pribadi. Contohnya, undangan yang dikirim via SMS kepada DPD-DPD PAN Kabupaten /kota di Sumut pertemuan tanggal 4-5 Agustus di Hotel Grand Kenaya Jl Darus Salam tanpa dirapatkan, sehingga pengurus DPW yang lain tidak tahu.

“Dan Anehnya lagi undangan itu hanya disampaikan kepada DPD dan pengurus DPW tertentu,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, banyak lagi mekanisme dilanggar, misalnya penetapan Kepala Daerah Padangsidimpuan yang diusung PAN, tanpa dirapatkan secara oraganisasi, bahkan berkembang isu negatif terkait dugaan “money politics”.

“Tentang hal itu, sejumlah pengurus lainnya tidak tinggal diam, kini mereka telah membentuk tim investigasi,” katanya. Edi juga menyoroti pernyataan Ketua DPW PAN Sumut yang dilansir sejumlah media cetak tentang pergantian Ir Kamaluddin Harahap, M.Si sebagai wakil Ketua DPRD Sumut. Pernyataan Syah Afandin yang mengutip Ketua DPP PAN Hatta Radjasa yang seolah mendukung pergantian itu dinilai tidak benar.

Edi Saputra, berharap DPW PAN Sumut bersatu untuk sama-sama membesarkan PAN di Sumut. Bukan malah saling membuang sesama kader.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment