Tuesday, 31 July 2012 08:32    PDF Print E-mail
JK - Ical bertemu, konflik berlanjut?
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Publik merasa bahwa ada konflik di internal Partai Golkar. Terutama antara Aburizal Bakrie atau Ical dengan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla atau JK.

Konflik terlihat makin tajam ketika desas-desus pencapresan Golkar. Survei internal partai, elektabilitas JK lebih tinggi daripada Ical. Hal itu pula yang diminta dewan pertimbangan yang diketuai Akbar Tandjung.

Nama JK kembali mencuat pasca secara resmi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Partai Golkar pada 28-30 Juli 2012 di Bogor, menetapkan Ical sebagai capres tunggal yang kemudian dideklarasikan pada 1 Juli 2012 di Sentul International Convention Center (SICC). JK tidak hadir dalam pembukaan dan penutuan rapimnas. Bahkan, saat deklarasi JK juga tidak hadir.

Meruncingnya konflik ini terlihat ketika keputusan Rapimnas III tersebut menetapkan bahwa jika ada kader Golkar yang jadi capres 2014 di luar Golkar, maka akan dipecat. Di sisi lain, JK menegaskan dirinya tidak haus kekuasaan tetapi siap dicalonkan sebagai capres 2014 tanpa melalui Golkar jika rakyat memintanya. Bahkan, JK menegaskan dirinya siap dipecat dua hingga tiga kali sekalipun.

Namun, pada sarasehan dan buka puasa bersama kader Golkar di DPP Golkar, Jakarta, tadi malam, Ical dan JK bertemu. JK menggunakan baju kerah warna gelap dan Ical dengan baju gamis putih. Keduanya duduk berdampingan dan sesekali berbisik-bisik.

JK mengaku hingga saat ini masih menjadi kader Golkar. JK juga mengkritik keadaan Golkar saat ini, terutama masalah hukum. Bahwa sebelumnya hampir tidak pernah kader Golkar dipanggil KPK maupun kejaksaan.

JK juga menyindir bahwa Golkar bukanlah tempat para koruptor. Apalagi meminta kadernya untuk menyetor sejumlah uang ke Golkar. Menurutnya, ini yang rawan korupsi. "Dia ambil 10 tapi yang disetor ke partai itu 2," sindirnya.
(dat18/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment