Monday, 30 July 2012 09:24    PDF Print E-mail
Warga Langkat curhat ke Chairuman
Warta
WASPADA ONLINE

STABAT - Ratusan jemaah mesjid Awaliyah di Dusun Baru Jaya Desa Jentera Stabat Kabupaten Langkat, begitu antusias ketika mengikuti dialog dengan anggota DPR RI, DR H Chairuman Harahap, yang datang melakukan reses ke daerah itu, tadi malam.

Tak seoranpun warga beranjak dari mesjid tersebut hingga dialog berakhir. Kegiatan dalam rangkaian Safari Ramadhan dan sholat tarawih bersama tersebut, sekaligus dimanfaatkan anggota Komisi VI (bidang pembangunan) DPR-RI ini dalam menggali aspirasi masyarakat Sumut, khususnya warga Stabat.

Beragam keluhan diterima Chairuman di daerah tersebut, guna diperjuangkan nantinya di tingkat pusat. Dari mulai fasilitas jalan di Stabat yang umumnya masih terlalu sempit hingga terkadang kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas.

"Untuk selisih dua mobil saja susah, dan bagi pengguna sepeda motor terkadang rentan tertabrak akibat kecilnya ruas jalan. Padahal jalan ini merupakan jalan lintas yang cukup ramai dilalui kenderaan," ucap Yatman salah seorang warga.

Terungkap juga keluhan sulitnya melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi, akibat kendala ekonomi. Selain itu, Kota Stabat Kabupaten Langkat juga dikeluhkan dengan minimnya tanah wakaf serta sarana prasarana olahraga seperti lapangan sepakbola.

"Lahan disini kebanyakan milik PT Perkebunan Nusantara Pak," kata Drs Suprayetno, tokoh agama setempat. Bahkan, kata dia penduduk yang memiliki ternak, juga sulit menghidupi ternaknya akibat ketiadaan rumput di lokasi tersebut. Sedangkan bagi ternak mereka yang merumput di lahan milik perkebunan tentu saja mendapat larangan.

"Akhirnya warga terpaksa menjual ternaknya dan memilih mencari kehidupan ke kota," ujar Suprayetno. Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Desa Amat Lia, serta tokoh masyarakat Ridwan Nasution.

Menanggapi hal itu, Chairuman yang akan mencalonkan diri menjadi bakal calon Gubernur Sumut dari Partai Golkar pada Pilkada 2013 nanti, sangat merespon keluhan masyarakat tersebut. "Itulah gunanya saya melakukan reses ini, untuk menampung keluhan bapak ibu sekalian," kata mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut ini.

Dia mengakui, Sumut saat ini memang sedang dilanda beragam persoalan, dari mulai persoalan sengketa tanah antara masyarakat dengan PTPN, hingga krisis listrik. "Bahkan juga terjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah," katanya.

Sumut, kata Chairuman sebenarnya punya Sumber Daya Manusia (SDM) dan potensi yang sangat besar akibat luasnya lahan perkebunan. Namun, sebutnya sektor perkebunan yang harusnya jadi soko guru ekonomi Sumut, namun malah lahanya pun sudah hilang. "Masih mending kalau diperuntukkan kepada masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut Chairuman mengatakan, sebenarnya PTPN itu bukanlah pemilik lahan, namun hanya sebatas Hak Guna Usaha (HGU). "Yang punya tanah itu negara, jadi persoalan sengketa tanah yang melibatkan PTPN dengan masyarakat harusnya yang merespon dan menyelesaikan itu pemerintah, bukan aparat yang justru terkesan menakut-nakuti masyarakat," ujarnya.

Chairuman mengatakan pembangunan di Sumut cenderung tidak punya konsep termasuk dalam pembangunan infrastruktur maupun jalan. "Harusnya konsep pembangunan itu, bagaimana bisa membuat dampak ekonomi yang lebih maju bagi masyarakat sekitarnya," kata Chairuman lagi.

Sebelumnya Chairuman Harahap beserta istri Hj Ratna Sari Lubis dan rombongan berbuka puasa di rumah Ridwan Nasution, salah satu tokoh masyarakat di Desa tersebut. Acara buka puasa bersama berlangsung secara sederhana. Kedatangan Chairuman beserta istri juga mendapat sambutan hangat warga sekitar.
(dat17/waspada/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment