Tuesday, 31 July 2012 08:11    PDF Print E-mail
Laba TINS tergerus
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA  - PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba kotor dan laba bersih periode berjalan semester I-2012, masing-masing sebesar Rp790 miliar dan Rp336 miliar. Perolehan itu turun dari periode yang sama tahun lalu masing-masing Rp1,25 triliun dan Rp689 miliar.

Sekretaris Perseroan TINS Agung Nugroho, dalam keterangan tertulis, hari ini mengatakan selain laba, pendapatan konsolidasi perseroan mencapai Rp4,13 triliun pada semester I-2012. Perolehan ini turun 15 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp4,83 triliun.

Data keuangan Timah menunjukkan, volume produksi bijih timah sampai dengan akhir Juni 2012 mencapai 16.839 ton, atau lima persen lebih rendah dibandingkan periode sama setahun yang lalu sebanyak 17.701 ton.

"Produksi logam timah sampai dengan akhir Juni 2012 adalah sebesar 14.984 mton, 19 persen lebih rendah dari produksi logam pada semester I-2011 sebesar 18.455 mton," kata Agung.

Hingga Juni 2012, perusahaan menjual logam timah sebanyak 17.236 ton. Penjualan pada tahun ini relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 17.457 ton.

Sayangnya, tingkat penjualan tersebut tak diimbangi dengan harga jual produk tambang tersebut. Harga jual logam timah yang diterima perseroan sepanjang semester I-2012 sebesar US$22.565, atau 24 persen lebih murah dibandingkan periode yang sama pada 2011 sebesar U$29.541.

Harga logam timah (London Metal Exchange) tertinggi pada semester I-2012 adalah US$25.650 per ton dan terendah sebesar US$18.375 per ton, dengan harga rata-rata sebesar US$21.791 per ton.

Harga rata-rata timah tersebut, 25 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama di 2011 sebesar US$29.337 per ton.

Pada bagian lain, perseroan juga mengungkapkan perkembangan kinerja operasional Timah. Saat ini, perseroan sedang memodifikasi teknologi kapal keruk jenis Bucket Wheel Dredge (BWD) dengan teknologi lebih baik menggantikan Bucket Line Dredge (BLD).

Diharapkan, teknologi baru ini bisa membantu perusahaan yang berupaya meningkatkan kapasitas produksi lepas pantai. "Pada Agustus 2012, ditargetkan satu unit BWD siap beroperasi dan mendukung penambangan timah di laut," ujar Agung.

Perseroan juga mengembangkan teknologi pencucian bijih timah di Pusat Pencucian Bijih Timah (PPBT) milik perseroan, untuk meningkatkan recovery pengolahan bijih timah menjadi 99,5 persen serta mengoptimalkan perolehan mineral ikutan yang memiliki potensi nilai tambah seperti Monazite, Zircon dan Ilminate.
(dat06/vivanews)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment