|
||||
| 2013, belum ada insentif infrastruktur |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia harus didukung pertumbuhan infrastuktur agar dapat mencapai hasil maksimal. Oleh karena itu, pemerintah kerap menerbitkan berbagai insentif untuk mendorong investasi di sektor infrastruktur.Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bambang PS Brojonegoro mengatakan, insentif yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah cukup. Oleh karena itu, pada 2013 pemerintah kemungkinan tidak menerapkan insetif tambahan. "Insentif apa? Ya enggak ada, yang sudah ada (saja). Apa lagi?" kata Bambang, hari ini. Menurut dia, guna mendorong infrastruktur, maka belanja modal di 2013 lebih tinggi dari 2012. Namun, jika Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan digunakan untuk infratruktur, maka harus diatur dalam APBN-P. "Kita fokus di luar SAL untuk meningkatkan belanja modal," jelas dia. Bambang melanjutkan, penggunaan SAL memang dimungkinkan, namun itu tergantung apakah ada SAL atau tidak. "Kan SAL-nya belum tentu pasti ada. Kalau memang ada, tergantung kebijakannya, tergantung kebutuhan," kata Bambang. Lebih jauh Bambang mengungkapkan, pemerintah akan melakukan efisiensi pada belanja barang, namun pengurangan pegawai tidak akan dilakukan. "Artinya tidak akan menambah (pegawai) jadi kalau penambahan, diambil (dari) belanja lain saja," tutupnya. (dat06/okz) |




JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia harus didukung pertumbuhan infrastuktur agar dapat mencapai hasil maksimal. Oleh karena itu, pemerintah kerap menerbitkan berbagai insentif untuk mendorong investasi di sektor infrastruktur.
Comments