|
||||
| Sosok baru Presiden RI masih sulit |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Bahkan, lanjut dia, parpol terkesan menjegal upaya untuk menjaring nama lain di luar elite partai. "Aneh, konvensi di kita semacam diharamkan oleh parpol. Padahal konvensi itu ibarat aspirasi masyarakat dalam ikut serta secara lansung dengan melihat tokoh-tokoh baru yang muncul lewat konvensi," cetusnya. Yunarto meyakini, kehadiran sosok pemimpin baru dapat mendorong perubahan. Hanya saja, lanjutnya, upaya itu justru terkendala dengan beragam aturan yang dibuat para politisi di gedung DPR. "Kalau di masyarakat bisa muncul, sangat mungkin. Tapi kalau dimunculkan secara resmi, akan sulit secara teknis," tutupnya. Jelang pemilu presiden 2014, beberapa partai politik telah mengisyaratkan mengusung bakal capres tertentu. Namun, yang muncul lebih banyak sosok lama. Mungkinkah ada sosok alternatif nanti di Pemilu 2014? "Jangan mau memilih calon presiden sodoran partai politik, tapi kita paksa mereka (parpol) memilih calon pilihan rakyat," ujar CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Grace Natalie, di Jakarta, tadi malam. Menurutnya, kriteria pemimpin yang pertama adalah kepercayaan, karena rakyat membutuhkan kepercayaan dari seorang pemimpin. Sementara faktor ketegasan, lanjut dia, hanya berada di posisi kedua. Dalam banyak penelitian, kata dia, faktor ketegasan hanya meraih belasan persen saja. Faktor kepintaran justru berada di posisi paling kecil. "Kita bicara data saja. 60 Persen rakyat mau dipimpin oleh orang yang bisa dipercaya," jelasnya. Mantan presenter salah satu stasiun televisi swasta ini mengatakan sosok capres alternatif bisa muncul dari kalangan mana saja. Namun sosok capres alternatif pilihan rakyat ini, lanjut Grace, hanya bisa muncul ke publik jika media memberi ruang yang luas. Karena tidak mungkin seseorang bisa dipilih rakyat jika tidak dikenal sebelumnya. Menurutnya, sejumlah tokoh nasional seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, Puan Maharani, Dahlan Iskan, Surya Paloh, dan Hary Tanoe belum dapat mengalahkan popularitas sejumlah tokoh politik lainnya yang sudah dikenal karena dukungan yang luas dari media. "Nah, mereka ini masih belum bisa mengalahkan calon-calon yang sudah dikenal. Sosok alternatif kalau media menjadikan dia isu nasional atau membuat mereka jadi terkenal. Kan rakyat bisa tahu apa kepempinan mereka, apa tindakan mereka kalau media memberi ruang," tuturnya. (dat03/mediaindonesia/dtn/wol)
|




JAKARTA - Harapan untuk memunculkan nama baru dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 tampaknya akan sulit dilakukan. Masalahnya, parpol enggan memberi peluang bagi orang di luar elite partai.
Comments