Monday, 30 July 2012 00:12    PDF Print E-mail
Awas, makanan kedaluarsa jelang Idul Fitri
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara Abubakar Siddik mengatakan, mengonsumsi makanan atau minuman  yang kedaluarsa atau habis masa berlakunya makanan tersebut sangat berbahaya bagi konsumen maupun masyarakat.

"Makanan itu bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, hal ini harus dapat diantisipasi oleh Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) yang ada di daerah," katanya  di Medan, hari ini.

Pencegahan makanan yang kedaluwarsa ini, menurut dia, harus segera dilakukan menjelang Hari Raya Raya Idul Fitri 2012, mengingat selama ini barang yang seperti itu banyak ditemukan di pusat perbelanjaan, baik itu plaza maupun di kedai makanan.

"Kita tidak ingin makanan yang sudah habis masa waktu peredarannya itu, masih kelihatan ada yang dijual atau dipajang di pusat perbelanjaan.Ini jelas melanggar peraturan yang berlaku, dan pengusahanya perlu diberikan tindakan tegas," kata Abubakar.     

Dia mengatakan, tanpa adanya tindakan tegas kepada pengusaha yang melakukan kesalahan fatal seperti menjual makanan kedaluarsa tersebut.Maka berbagai pelanggaran dikhawatirkan akan terus terjadi dalam menghadapi Lebaran maupun Tahun Baru.    

"Perbuatan seperti ini masih sering terjadi.Biasanya makanan atau minuman yang kedaluarsa itu, bisa masuk dan  bercampur ke dalam bungkusan parcel Lebaran.Ini harus diantisipasi, jangan sampai dibiarkan lolos" ucap dia.     

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mencegah beredarnya makanan dan minuman kedaluarsa ini, disini adalah peran tanggungjawab pihak Dinas Kesehatan BBPOM melakukan survei dan peninjauan ke lapangan.     

Seharusnya kedua institusi kesehatan itu, lebih prokatif turun ke tempat pusat perbelanjaan, kedai maupun warung yang menjual makanan yang dicurigai kemungkinan menyimpan barang yang kedaluarsa.     

"Jangan setelah ditemukannya makanan kedaluarsa itu, barulah Dinas Kesehatan dan BBPOM kelihatan sibuk mencari barang-barang tersebut.Dalam mengantisipasi makanan kedaluarsa itu, kedua institusi pemerintah itu harus lebih proaktif dan jemput bola,"ucapnya.    

Harus dirazia
Menurut Abubakar, untuk mengetahui peredaran barang yang kedaluarsa itu, Pemprov Sumut harus membentuk tim yang akan melakukan razia ke lapangan, sehingga dapat diketahui siapa oknum atau pengusaha pembeking makanan dan minuman yang kedaluarsa tersebut.     

Razia makanan yang kedaluarsa  tersebut, tidak hanya dilakukan di plaza-plaza yang  mewah, tetapi juga  distributor atau pengecer, serta gudang-gudang yang selama ini dikenal sebagai tempat menyimpan makanan dan minuman.    

Bahkan, jelasnya, makanan yang kedaluarsa itu biasanya juga banyak ditemukan produk dari luar negeri dan dalam negeri, berupa roti kaleng, makanan kering, susu, minuman dan lainnya.    

"Pemerintah melalui Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan BBPOM diharapkan harus lebih serius melakukan razia terhadap makanan dan minuman kedaluarsa menjelang Lebaran," kata Abubakar.
(dat03/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment