Monday, 23 July 2012 10:33    PDF Print E-mail
Deni bertekad hatrik emas PON
Sports

WASPADA ONLINE

MEDAN - Kata orang bijak tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Itu sudah dilakoni Deni Zulfendri selama tiga bulan menambah ilmu di negeri Tirai Bambu itu dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, 9-20 September mendatang.

Dia harus kembali dari China disebabkan terkendala makanan, khususnya di bulan Ramadhan tahun 1433 H ini.

"Saya sekarang ini inap di Asrama Haji bersama atlet Sumut lainnya. Ya, begitulah dan ini harus saya jalani," ujar Deni baru-baru ini.  

Program pelatihan di Guangzhou dilanjutkan pada pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Medan. Judoka berbadan tambun ini mengakui comeback ke Pelatda memberi arti sendiri.

"Saya dapat kembali berkumpul sama keluarga dan menjalankan ibadah puasa serta berlatih," ujar Deni bersama delapan atlet Sumut lainnya tiba di Medan, Kamis (19/7) lalu.

Ini merupakan PON keempat dan sudah menyabet medali emas dua kali pada PONXVI/2004 Palembang dan XVII/2008 Kalimantan Timur. Prestasi ini tidak lantas membuat Deni berpuas diri. Dia masih berambisi mendulang medali tersebut pada PON XVIII.

Jika ambisi ini tercapai, maka dia menorehkan prestasi meraih emas pada PON tiga kali berturut-turut. Deni saat ini mengumpulkan poin terbanyak dan menempati peringkat teratas judoka nasional kelas 100 kg plus, berdasarkan ranking dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) yang diterimanya.

Urutan kedua, Muhammad Ridwan (Kaltim) dan Amin (Jabar) peringkat ketiga. Deni mengakui PON XVIII menjadikan event skala nasional empat tahunan itu merupakan akhir karirnya sebagai judoka. Perlunya regenerasi dinilainya sebagai pertimbangan utama untuk memberi kesempatan kepada atlet muda mengukir nama dan prestasi.

Selain itu, pada usianya yang sudah 37 tahun, berdampak pada pergerakan dan kemampuannya sebagi atlet. Untuk judo ini, Sumut diwakilkan dua judoka andalannya.Yakni, Deni (kelas 100 kg plus) dan Riki Ramadhani (55 kg). Tekad warga yang tinggal di Jalan Sidorukun Gang Damar raya I Kelurahan Pulo Brayan Darat II Kecamatan Medan Timur sudah bulat.

Deni ingin mengakhiri kariernya sebagai atlet judo. Tekad meraih emas pun dijunjungnya dengan penuh semangat. Persiapan menatap masa pensiun sebagai atlet telah dipersiapkan Deny. Pria yang sibuk bekerja sebagai PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumut itu telah menyiapkan rencana setelah lepas dari status atlet judo. Kecintaan suami Maysarah kepada olahraga keras ini akan diimplementasikannya dengan mendidik 60-an pejudo muda belia.

Pengalamannya selama 20 tahun menjadi modal untuk diberikan kepada anak didiknya. Ke depan, Deni juga berencana menggembleng buah hatinya Annisa Aquino Firdaus, 7, dan Inoue Alaqsha Firdaus, 3, yang sudah menunjukkan adanya aliran darah judo. Nama kedua anaknya yang terdapat nama asing diambilnya dari orang-orang yang sangat dikaguminya.

“Nama Inoue merupakan juara dunia judo tiga kali asal Jepang, Kosei Inoue,” jelasnya sembari mengungkapkan lawan terberat Sumut akan datang dari Kaltim dan Jabar.

Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat18/wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment