MEDAN - Masalah pembayaran gaji punggawan PSMS yang tampil di Indonesian Super League (ISL) kian tak jelas. Pada 27 Juli mendatang, bila tetap tak jelasn, manajemen PSMS akan menunggak enam bulan gaji dan sisa uang muka kontrak 10 persen kepada pemain. Tanggal 16 Juli lalu yang disebut sebagai moment pencairan gaji tidak memberi solusi apapun.
Hal ini jelas membuat Sasa Zecevic cs resah. Bayang-bayang bakal menjalankan bulan suci Ramadhan dan lebaran tanpa uang terus menyeruak. Beberapa pemain mengaku sedang berusaha bertahan di tengah guncangan emosi melihat ketidakjelasan manajemen Ayam Kinantan.
Di sisi lain, sebagian pemain memilih menuntaskan persoalan ini ke jalur hukum dan melaporkan persoalan ini ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Kiper PSMS, Edi Kurnia, mengatakan dirinya berharap mendapatkan haknya dalam waktu dekat. “Harapan saya, hak-hak kami dilunasi. Kami bingung dengan kondisi bulan puasa ini sementara kondisi keuangan kosong," ujarnya baru-baru ini.
Senada dengan Edi, Zainal Anwar juga sedang kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena tidak mengantongi gaji berbulan-bulan. "Kalau seperti ini tidak juga dilunasi. Bisa-bisa saya jual mobil, kalau tidak bagaimana lagi? Sementara kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi ini bulan puasa," ungkap gelandang PSMS ini.
Pemain lainnya mengambil langkah berani dengan memuluskan kasus ini ke jalur hukum. Pemain yang juga tidak digunakan sejak tiga partai putaran kedua, Ari Supriatna, mengaku sudah memiliki pengacara tersendiri untuk mengurus kasusnya. “Saya pakai pengacara, karena tidak ada iktikad baik manajemen untuk memberikan penjelasan kapan dan kenapa seperti ini kepada pemain,” ungkap penyerang PSMS separuh jalan itu.
Mantan pemain asing PSMS yang kini hengkang ke Persela Lamongan, Inkyun Oh, memilih untuk melanjutkan aspirasinya ke APPI. Inkyun masih punya hak atas dua bulan gaji plus satu bulan kompensasi dibuang pada putaran pertama plus uang kontrak sisa 10 persen yang belum dilunasi. Kontrak Inkyun sendiri di PSMS saat tanda tangan adalah 27 November 2011 hingga 27 November 2012.
“Saya ingin hak saya dipenuhi, kewajiban saya di PSMS sudah saya lakukan sampai akhirnya mereka mencoret saya,” ungkap gelandang asal Korea Selatan itu.
CEO APPI, Valentino Simanjuntak, mengakui masalah Inkyun. Dikatakan, Inkyun datang ke APPI pada Kamis (19/7) membawa salinan kontraknya di PSMS sembari cerita soal kronologis tentang kontraknya tersebut. Musim sebelumnya, manajemen PSMS berkilah tidak mau mengeluarkan uang sesuai kontrak pemain karena kompetisi sudah berakhir. Saat dihubungi, CEO PSMS Idris SE enggan menjawab pertanyaan dengan tidak mengangkat telepon.
Comments