|
||||
| Nata: Bongkar semua pengurus PSMS! |
| Ragam |
|
ARIANDA TANJUNG Ketua Umum SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong, mengatakan jika berbicara PSMS saat ini, bukan lagi membahas masalah prestasi atau degradasi karena memang Divisi Utama merupakan level yang pantas bagi Ayam Kinantan musim depan selama pengurus masih mencari keuntungan dan sarat kepentingan. “Dengan situasi ini seharusnya kita bersyukur sekali karena saat PSMS ISL maupun IPL sama-sama tidak benar. Kenapa kita bilang bersyukur? Karena dari awal memang dengan adanya dualisme pasti merusak tim PSMS,” ujar cowok kelahiran 31 tahun silam ini. Lebih lanjut, Nata menambahkan sudah seharusnya dengan keterpurukan ini dua kepengurusan dapat melebur serta berkolaborasi menjadi satu, sehingga membuat manajemen PSMS yang lebih sehat dan yang terpenting tidak ada lagi rasa ego seperti yang terlihat selama ini. “Dua kepengurusan yang ada baik dari CEO IPL dan ISL bisa dibilang tak memiliki kapasitas sebagai pengurus dan hal ini tentu sangat fatal bila terus dipertahankan,” tambahnya sembari berharap pengurus sekarang dibongkar dan ke depan tidak ada lagi orang lama dalam kepengurusan. Di sini, SMeCK bukan cuma berperan sebagai suporter semata melainkan biro konsultan bagi seluruh masyarakat yang ingin mencari informasi tentang Ayam Kinantan. Biasanya, SMeCK rutin menggelar diskusi dan rapat seputar masalah yang sedang dihadapi tim kebanggaan Kota Medan itu. “Dibandingkan klub pendiri, kita yang jelas kontribusinya. Berapa puluh juta yang kita sumbang setiap kali PSMS bermain di kandang? Ini menunjukkan bahwa kami juga pemodal,” ujar lulusan Institut Teknologi Medan (ITM) tersebut. “PSMS merupakan ikonnya Kota Medan, jadi sudah pasti harus diperhatikan dengan intensif dan jelas. Marilah seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi membuat langkah konkrit memajukan PSMS di kancah persepakbolaan nasional,” tuturnya menegaskan SMeCK akan terus mendukung Ayam Kinantan karena PSMS adalah ruh dan jiwa mereka. |




MEDAN - Kesedihan mendalam dirasakan masyarakat Kota Medan, khususnya pecinta Ayam Kinantan, setelah dipastikan PSMS turun kasta ke Divisi Utama. Harus diakui memang PSMS sekarang tak seperti yang dulu saat kekuatan tim merata di semua lini dan rapinya manajemen membuat tim menjadi solid.
Comments