|
WASPADA ONLINE JAKARTA - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edi mengatakan, bahwa Ketua Umum partainya, Hatta Rajasa, tidak mau terburu-buru untuk mendeklarasikan diri sebagai calon presiden yang diusung oleh partai berlambang matahari itu.
"PAN belum resmi mendeklarasikan, tapi di internal PAN telah memutuskan untuk mengusung Pak Hatta. Pak Hatta sendiri belum mengatakan siap atau tidak nya. Kenapa kita memilih Pak Hatta karena negara lain mengakui bakwa Pak Hatta berhasil mengelola ekonomi Indonesia," kata Tjatur, hari ini di Jakarta.
Menurut dia, terkait pencapresan ini Hatta juga dinilai malu-malu, lantaran hingga saat ini Hatta belum mendeklarasikan secara resmi. Bahkan, banyak pengurus pimpinan cabang Muhammadiyah di daerah-daerah yang menanyakan keseriusan Hatta Rajasa dalam pencapresan.
"Jadi Pak Hatta itu orangnya pemalu soal pencapresan nanti tinggal menunggu momentumnya saja sebetulnya dan Pak Hatta tidak mau terburu-buru," ujarnya.
Ia menilai Hatta Rajasa juga tidak suka pencitraan karena pencitraan adalah bagian dari kepura-puraan yang tidak diikuti oleh kerja nyata.
"Pak Hatta itu orangnya pemalu. Dia tidak suka pencitraan karena pencitraan itu tidak substansial, pencitraan itu adalah kepura-puraan dan Pak Hatta itu lebih suka "image building"," katanya.
Menurut dia, jika kalau ada berita ada pejabat naik ojek, Hatta yang juga sebagai Menteri Koordinator Perekonomian tersebut juga kadang setiap hari juga naik ojek.
"Waktu itu dia ngejar rapat karana macet jadinya dia naik ojek, tapi tidak ada media yang mengambilnya. Beda seperti pejabat lain yang naik ojek," tuturnya.
Peneliti Habibie Centre, Bawono Kusmoro mengatakan, PAN memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar dalam dua tahun ke depan, sejalan dengan rencana partai berlambang matahari itu mencalonkan Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.
Pekerjaan besar itu karena menurut beberapa lembaga survei yang merilis nama-nama kandidat capres, Hatta yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian masih menempati posisi bawah dibandingkan kandidat lain.
"Bagaimana Hatta maju, jika tidak mempunyai elektoral yang kuat. Apalagi besaran Parliamentary Threshold yang dipatok 3,5 persen. Ini pekerjaan rumah yang sangat besar bagi PAN," jelasnya.
Bawono menambahkan, salah satu hal yang perlu dilakukan PAN dalam waktu dekat ini adalah menggelar deklarasi pencapresan Hatta Rajasa, sehingga mesin politik melalui tim khusus akan bekerja lebih fokus menggenjot elektoral, baik dari tingkat pusat hingga perkampungan. (dat03/antara)
|
Comments