Monday, 16 July 2012 08:41    PDF Print E-mail
Pemerintah SBY belajar dari Nazi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Rakyat dinilai semakin dibodohi oleh pemerintahan SBY melalui propaganda program sukses ekonomi makro. Padahal, fakta sesungguhnya justru sebaliknya. Demikian yang disampaikan oleh politisi Hanura, Fuad Bawazier di Jakarta, tadi malam

"Pemerintah melakukan proganda. Mereka belajar dari Nazi, rakyat jadi korban (akibat propaganda)," tegas Fuad.

join_facebookjoin_twitter

Pemerintah memang mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang tumbuh bagus, dan juga tentang kelas menengah yang meningkat naik. Namun, menurut Fuad, pemerintah tidak menjelaskan secara rinci jurang antara si miskin dan si kaya.

"Pertumbuhan GDP itu kan hanya dinikmati orang kaya saja. Pemeirntah juga tidak pernah menggunakan tolak ukur yang digunakan secara global terkait kelas menengah dan kelas miskin," imbuhnya.

Selain pertumbuhan ekonomi yang menanjak, pemerintah juga mengklaim penanganan korupsi perlahan membaik. Menurut Fuad, pemberantasan yang dilakukan rezim SBY hanya menangkap kelas-kelas yang sebenarnya kecil dan tidak signifikan. "Menurut data dunia, faktanya Indonesia masih menjadi negara terkorup. Kita itu masih corruption friendly," tegas Fuad

Pemerintah juga mengklaim telah menjalankan program MP3EI yang akan mempercepat proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi menurut Fuad, hasilnya manipulatif.

"Ngatasin hal-hal dasar saja pemerintah belum becus. Merak sampai sekarang masih macet, jalur Pantura masih amburadul, bagaimana mau percepat pertumbuhan ekonomi?. Tidak ada hasil konkrit, masyrakat harus keluar dari rezim penipuan," demikian Fuad.

Namun para pendukung pemerintah, yakni Partai Demokrat mau tak mau terus mendukung pemerintahan SBY - Boediono. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum melihat kinerja pemerintahan SBY dalam memberantas korupsi sudah sangat baik.

"Saya ingin menegaskan sesungguhnya prestasi pemerintah SBY bisa dikatakannya berhasil. Indeks koruspsi kita mengalami signifikan, tapi tingkat perbaikannya bagus. Itu sudah menunjukkan bahwa alasan kita optimis ada perbaikan dalam masalah korupsi," ujar Anas dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Kendati beberapa kader Partai Demokrat tersandung masalah korupsi, namun kata Anas hal tersebut tidak membuat kendor komitmen pihaknya dalam memberantas korupsi.

"Banyak suka bertanya bagaimana komitmen Partai Demokrat dalam memberantas korupsi saya tegaskan komitmen Partai Demokrat dalam memberantas korupsi tidak bergeser dan kita tetap konsisten dalam memberantas korupsi Indonesia. Memang terkadang partai Demokrat tidak kuat opini yang berkembang soal korupsi," jelas Anas.

Karena itu Anas berharap strategi pemberantasan korupsi berjalan dengan baik dan tidak timpang. "Salah satunya dari sisi dari penindakan berjalan dengan baik. Kami harap opininya tidak lebih maju daripada penindakannya," pungkasnya.
(dat03/rmol/tribunnews/wol) 


 
WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment