Tuesday, 10 July 2012 19:06    PDF Print E-mail
60% alokasi dana desa langgar aturan
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN – Sejumlah 60 persen pembagian Alokasi Dana Desa (ADD) di Indonesia melanggar aturan. Perbedaan pemahaman bupati/walikota mengenai pendanaan tersebut dinilai  menjadi penyebabnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi saat berada di Medan, kemarin. Mendagri menuturkan, Kementrian dalam negeri menemukan sebagian besar Pembagian ADD belum sesuai dengan petunjuk dari pusat.

Menurut Mendagri, perbedaan pemahaman kepala daerah kabupaten/kota mengenai pendanaan desa dinilai  menjadi penyebabnya. Dimana hanya 40 persen bupati/walikota melaksanakan pendanaan desa berdasarkan peraturan pemerintah No 72 tahun 2005 tentang pendanaan desa. Selebihnya, daerah mengeluarkan aturan berupa Perda untuk mengatur hal tersebut.

"Pendanaan desa belum seluruhnya seragam. Ada yang berdasarkan peraturan pemerintah, namun ada juga yang membuat Perda sendiri. Sehingga tidak sesuai dengan petunjuk pusat. Misalnya dalam hal persentase kontribusi kekayaan desa yang diambil seperti galian C, sumber air minum,” ungkap Mendagri.

Karena itu, lanjut Gamawan, Kemendagri akan melakukan koreksi yang akan dituangkan dalam Undang-Undang Desa yang sedang dibahas untuk  perubahan Undang-Undang 32 tahun 2004. Dimana pendanaan desa harus terlebih dahulu dianggarkan dalam draft rencana anggaran dan pendapatan desa selama setahun. Sehingga tidak ada lagi pengalokasian dana pada pertengahan tahun.

"Untu kedepan, tidak boleh lagi ada pengalokasian-pengalokasian dana desa ditengah tahun. Karena menyulitkan pengawasan,” jelas Mendagri.

Mendagri menambahkan, saat ini, Kemendagri sedang membahas UU Desa untuk dimasukkan dalam  perubahan undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Salah satu poinnya adalah menjadikan  desa sebagai daerah otonom dalam lingkup pemerintah daerah.

Editor:SASTROY BANGUN
(dat17/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment