|
WASPADA ONLINE JAKARTA - Partai Demokrat tidak ambil pusing dengan hasil survei yang memperlihatkan rendahnya tingkat kesukaan publik terhadap sosok Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Apalagi, Partai Demokrat belum menentukan calon presiden (capres).
"Saya kira tidak perlu ditanggapi serius survei itu. Apalagi, sekarang kami belum tentukan siapa capres," papar Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Nurhayati Ali Assegaf di Jakarta, hari ini.
Apalagi, lanjut Nurhayati, survei tersebut memperlihatkan elektabilitas hampir semua capres menurun. "Saya kira hasil survei itu biasa. Kalau lagi ada kasus hasilnya menurun, ya wajar. Tapi kalau lagi baik-baik hasilnya aman, wajar pula kan," ujar Nurhayati.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) terungkap, ada delapan nama yang sudah dikenal lebih dari 50% pemilih, yaitu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (93,7%), Jusuf Kalla (88,9%), Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (78,8%), Ketua Umum Hanura Wiranto (72,8%), Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (70,1%), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (58,3%), Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (55%), dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa (54,1%).
Survei itu juga memperlihatkan ada sejumlah nama yang cukup populer tetapi tidak termasuk dalam delapan nama itu. Seperti, Ibu Negara Kristiani Herawati Yudhoyono, KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Menteri BUMN Dahlan Iskan, mantan Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto. Hanya saja, nama-nama itu belum dikenal lebih dari 50% pemilih.
Sedangkan untuk tingkat kesukaan pemilih, paling tinggi ditempati oleh Prabowo dengan 79,7%. Selanjutnya adalah Sri Sultan (79%), Jusuf Kalla (70,5%), Megawati (68,2%), Wiranto (67%), Hatta Rajasa (65,6%), Ical (60,4%), dan Anas (29,4%).
Berdasarkan survei itu, sebanyak 60% pemilih mengaku belum tahu akan memilih siapa jika pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) digelar saat ini. Sebanyak 10,6% mengaku akan memilih Prabowo, disusul Megawati (8%), dan Ical (4,4%).
Ketua DPP PD Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Ruhut Sitompul menilai, penolakan publik terhadap Anas menunjukan rakyat sudah jauh lebih cerdas. Menurutnya, itu menjadi ajang mempermalukan diri. "Mungkin itu anak buah Anas yang memasukkan namanya, tapi itu jadi malu kan kalau lihat hasilnya. Rakyat sudah semakin cerdas," kata Ruhut.
Menurut Ruhut, rendahnya tingkat kesukaan publik terhadap Anas tidak berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Demokrat. Sebab, sambung Ruhut, elektabilitas Partai Demokrat lebih ditentukan oleh sosok sang Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (dat03/mediaindonesia)
|
Comments