|
||||
| Gula alami vs pemanis buatan |
| Ragam |
WASPADA ONLINE Hampir semua orang percaya bahwa pemanis buatan bisa berakibat buruk sehingga beralih pada gula alami seperti madu dan sirup maple. Tapi benarkan gula alami jauh lebih baik dari pemanis buatan?Pahami yang Alami & Buatan Sebelum memutuskan pemanis mana yang paling baik, Anda perlu mengetahui berbagai jenis pemanis yang beredar di pasaran dan bagaimana cara prosesnya: 1. Alami Seperti yang dikutip dari sheknows, beberapa pemanis seperti madu, sirup maple, molasses (cairan gula) dan gula dalam buah, adalah natrural. Pemanis tersebut hampir tidak mengalami proses pengolahan. 2. Alami & Olahan Pemanis lain seperti gula tebu dan jagung berasal dari sumber yang alami, tetapi mengalami pengolahan sebelum akhirnya bisa dikonsumsi. Proses pengolahan biasanya membuat beberapa nutrisi menjadi hilang dan masuknya tambahan zat lain yang belum tentu baik. Proses pengolahan terbagi menjadi beberapa tingkatan. Misalnya raw sugar, proses pengolahannya lebih sedikit ketimbang gula pasir biasa. 3. Dari Laboratorium Ada banyak pemanis yang berasa dari laboratorium. Sebagian besar pemanis buatan tersebut tidak mengandung kalori, misalnya spartam, sorbitol, xylitol, Splenda, Sakarin dan Sucralose. Memilih Pemanis yang Tepat Menurut Dr Kenneth Mitchell, ketua Roper St Francis Bariatric and Metabolic Services, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemanis yang mengalami pengolahan tinggi dengan pemanis alami. "Gula adalah gula, dan pemanis yang rendah kalori dan tidak diolah seperti sirup maple atau madu setara dengan gula pasir dalam jumlah sama." Pemanis buatan biasanya dibuat untuk memberikan rasa manis tanpa mengandung kalori yang terlalu banyak. dalam hal itu, pemanis buatan yang bebas kalori adalah pilihan yang cukup baik. Kemungkinan manfaat kesehatan dari pemanis buatan 1. Mengontrol berat badan Salah satu aspek paling menarik dari pemanis buatan adalah bahwa hampir tidak memiliki kalori. Sebaliknya, setiap gram gula biasa mengandung 4 kalori. Jika sedang mencoba untuk menurunkan berat badan atau mencegah kenaikan berat badan, produk manis dengan pemanis buatan mungkin menjadi pilihan yang menarik. Di sisi lain, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi pemanis buatan dapat dikaitkan dengan peningkatan berat badan, namun penyebabnya belum diketahui. 2. Alternatif bagi penderita diabetes Pemanis buatan mungkin alternatif yang baik untuk gula jika seseorang memiliki diabetes. Tidak seperti gula, pemanis buatan umumnya tidak meningkatkan kadar gula darah karena bukan merupakan karbohidrat. 3. Tidak menyebabkan gigi berlubang Tidak seperti gula, pemanis buatan tidak menyebabkan kerusakan gigi. Kemungkinan masalah kesehatan akibat pemanis buatan Pemanis buatan telah menjadi subjek pengawasan intens selama beberapa dekade. Berbagai kritik untuk pemanis buatan telah diperdebatkan, salah satunya karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Tetapi menurut National Cancer Institute dan lembaga kesehatan lainnya, tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa salah satu pemanis buatan dapat menyebabkan kanker. Dan banyak studi penelitian mengkonfirmasi bahwa pemanis buatan umumnya aman dalam jumlah terbatas, bahkan untuk wanita hamil. Pemanis buatan telah diatur oleh FDA sebagai bahan tambahan makanan. Pemanis buatan harus ditinjau dan disetujui oleh FDA sebelum tersedia untuk dijual. Berdasarkan manfaat dan kerugian pemanis buatan, dapat disimpulkan bahwa pemanis buatan yang telah disetujui FDA aman jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas. (dat17/wolipop) |




Hampir semua orang percaya bahwa pemanis buatan bisa berakibat buruk sehingga beralih pada gula alami seperti madu dan sirup maple. Tapi benarkan gula alami jauh lebih baik dari pemanis buatan?
Comments