Saturday, 07 July 2012 07:18    PDF Print E-mail
Pemimpin Sumut itu harus...
Ragam
ARIANDA TANJUNG
Kontributor WASPADA ONLINE


MEDAN - Tak lama lagi, masyarakat Sumut akan menggelar pesta demokrasi memilih Cagubsu (Calon Gubernur Sumatera Utara) untuk kedua kalinya. Tentu dibutuhkan ketelitian, karena pilihan kita akan menentukan kondisi kehidupan seluruh masyarakat Sumut untuk beberapa tahun ke depan.

Pilihan yang tepat akan memunculkan pemimpin berkualitas serta memiliki visi misi yang jelas demi kemajuan provinsi tercinta ini. Sebaliknya, jika salah memilih, bukan mustahil akan memperburuk keadaan yang telah semrawut.

Bagi sebagian masyarakat yang masih hidup dalam garis kemiskinan dan serba kekurangan, akan sulit menentukan pilihannya secara bijaksana. Ini karena umumnya yang mereka dukung adalah Cagubsu yang rajin "menghambur-hamburkan" uang, makanan atau kebutuhan pokok saat kampanye. Tapi mendukung belum tentu memilih lho...

Hal ini juga dikarenakan pendidikan politik yang belum menyentuh lapisan bawah masyarakat, sehingga mereka kurang memiliki kesadaran pentingnya hak politik sebagai pemilih untuk menentukan calon pemimpin Sumut masa depan.

Terlepas dari itu, kita harus optimis dapat menggugah kesadaran masyarakat khususnya pemilih pemula bahwa pilihan mereka amat menentukan kemajuan Sumut ke depan, sehingga harus sesuai hati nurani dan mempertimbangkan secara teliti sebelum memilih.

Tak banyak yang diharapkan, dengan memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat Sumut di segala aspek merupakan dambaan yang sangat dinanti. Bila kita menoleh ke belakang, potret kehidupan anak-anak Sumut yang juga generasi bangsa ini banyak mengalami masalah dalam lingkungannya, sebagian besar dikarenakan masalah ekonomi.

Sesuai hasil temuan Kreasi  melalui data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Sumut, sejak tahun 2010 daftar kasus pengaduan meningkat. Bila tahun 2010 daftar pengaduan mencapai 153, maka di tahun 2011 bertambah menjadi 163. Di tahun 2012 sampai akhir Juni lalu daftar pengaduan sudah mencapai di angka 90.

Pengaduan yang dilakukan juga bervariasi seperti penganiayaan, pencabulan, trafficking dan hak asuh anak. Melihat fakta-fakta di atas maka sudah seharusnyalah mereka peka akan masalah tersebut. Untuk itu, visi misi Cagubsu penting. Jangan mudah terpukau sederetan visi yang tampak menjanjikan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Pilihlah yang memiliki visi realistis sesuai kebutuhan Sumut.

Prioritas utama Sumut 1 adalah kemiskinan dan dunia pendidikan yang  terkesan “asal-asalan”. Terbukti setiap menjelang Penerimaan Siswa Baru (PSB) istilah bangku gelap selalu menghantui siswa beserta orangtua. Bagi mereka yang punya uang, bisa memilih sekolah yang mereka inginkan. Sadar atau tidak, fenomena ini mengajarkan mereka berbuat curang. Jika praktik ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan mereka memiliki mental bak koruptor nantinya.

Nah, sekarang kita tinggal menunggu saat-saat penentuan sang pemimpin Sumut mendatang. Harapan demi harapan sudah digantungkan oleh masyarakat kepada pemimpin yang baru. Kita berharap siapapun yang bakal memimpin Sumut nantinya adalah sosok pembawa amanah masyarakat. Tapi ingatlah wahai pemimpin, jika bukan rakyat yang memilih, kalian bukan apa-apa!

Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat18/wol/waspada)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment