Friday, 06 July 2012 14:31    PDF Print E-mail
Pemerintah jangan terbuai Aram I
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Peningkatan produksi padi nasional pada Angka Ramalan (Aram) I tahun 2012 dari 65,76 juta ton gabah kering giling pada 2011 menjadi 68,59 juta ton tahun ini atau naik sebesar 4,31 persen jangan sampai membuat pemerintah terlena.

“Pemerintah justru harus lebih melakukan langkah-langkah strategis guna mengamankan ARAM II nantinya,” tegas Romahurmuziy, Ketua Komisi IV DPR RI, hari ini melalui siaran media kepada Waspada Online.

Politisi yang juga Sekjen PPP menyampaikan hal utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah mengantisipasi makin meluasnya kekeringan yang sudah mencapai ribuan hektare sawah di beberapa tempat seperti Pidie (Aceh), Kuningan, Sukabumi (Jabar), Rembang, Blora, Banjarnegara, Kebumen, Semarang (Jateng), Bojonegoro, Madiun, Tuban (Jatim), Jembrana (Bali) dan lain-lain.

Berdasar data klimatologi BMKG, 82% daerah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, yaitu hampir seluruh Jawa, Bali, NTT, sebagian besar Aceh, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan bagian Selatan dan Utara, bagian Sulteng, kemudian Sulut, kemudian sebagian Papua. Dan musim kemarau ini diperkirakan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang.

Kedua, melakukan tanam serentak dengan memberikan  bantuan sarana dan prasarana  seperti traktor kepada petani pada bulan agustus untuk mempersiapkan musim tanam Oktober - Maret yang memberikan kontribusi 60% dari produksi nasional serta meningkatkan infrastruktur jaringan
irigasi sawah.

Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah mencegah bertambahnya PUSO akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan mempersenjatai brigade proteksi dengan pestisida hama-hama utama yang mulai muncul di berbagai tempat seperti tikus di daerah Purbalingga dan Cilacap, gulma di Sidoarjo, hama penggerek (sundep) di Banyumas dan Karawang.
(dat06/wol/rel)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment