Thursday, 05 July 2012 22:01    PDF Print E-mail
Sehari, 2.454 pengendara ditilang
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE

 
MEDAN - Sebanyak 2.464 pengendara dikenakan tindakan langsung (tilang) dan 304 hanya diberi sanksi teguran dalam gelar Operasi (Ops) Patuh Toba 2012 yang dimulai  sejak kemarin.

"Jumlah tilang tersebut hanya dalam sehari Ops Patuh Toba. Ini menunjukkan tingkat kesadaran berlalulintas pengendara di Sumut masih sangat rendah," ujar Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan hari ini.

 join_facebookjoin_twitter

Menurut Nainggolan, di hari yang sama juga terjadi tiga kasus kecelakaan lalu lintas yang  mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, empat orang luka berat dan empat orang lagi mengalami luka ringan dengan total kerugian materi mencapai Rp81.500.000. "Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di wilayah hukum Polres Pematang Siantar satu kasus, Labuhan Batu satu kasus dan Polres Samosir satu kasus," jelas Nainggolan.

Sementara tempat kejadian perkara (TKP) korban yang tewas akibat lakalantas itu masing-masing di Pematang Siantar satu orang  dan di Samosir dua korban tewas. Ops ini, kata Nainggolan digelar hingga Senin (16/7) mendatang melibatkan 1.514 personil, terdiri dari 74 dari Polda Sumut dan 1.440 dari seluruh Satuan Wilayah (Satwil).

Sebelumnya, dalam gelar pasukan Ops Patuh Toba 2012 menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1433 Hijriah di Mapolda Sumut, Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengeluhkan kinerja personil polisi yang bertugas di lapangan khususnya dalam hal penindakan pengguna jalan raya yang melanggar peraturan. “Personil polisi yang bertugas di lapangan bagaikan ikan bandeng.  Matanya melotot tapi tidak berbuat apapun melihat pengguna jalan raya yang melanggar peraturan lalu lintas,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan karena masih banyak para pengendara sepeda motor tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu di siang hari, kendaraan roda dua dan empat berhenti sesukanya termasuk di zebra cross, truk masuk kota, plat hitam digunakan mengangkut penumpang dan lainnya tapi tidak ditindak oleh anggota polisi di lapangan.

"Jika pelanggaran seperti ini tidak ditindak, maka masyarakat akan semakin terbiasa dan akhirnya seluruhnya tidak mematuhi peraturan berlaku," terangnya. Wisjnu juga menyebutkan kalau operasi ini juga untuk memberantas maraknya geng motor yang sering membuat resah di kota Medan dan beberaa daerah di Sumatera Utara.

Dalam Ops ini juga diamankan, sebuah mobil mewah jenis Alphard build-up bernomor polisi B 1292 PFP, warna putih, yang disinyalir hasil selundupan, disita oleh Direktotrat Reskrimum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). Saat ini mobil tersebut diamankan di parkiran gedung Direktotrat Reskrimum Polda Sumut, yang selanjutnya dijadikan barang bukti.

Informasi menyebutkan, temuan tersebut merupakan hasil pengecekan keabsahan Buku Pemilik Kenderaan Bermotor (BPKB) yang tidak terdaftar di database Ditlantas Polri. Kasubdit Registrasi dan Identifikasi (Reg Ident) Ditlantas Poldasu, AKBP Arie Wishnu Gautama, saat dikonfirmasi melalui selularnya, membenarkan adanya temuan tersebut. "Iya, barang buktinya sudah diserahkan ke Ditreskrimum Poldasu untuk penyidikannya," terang Wishnu.

Disinggung kronologis temuan mobil mewah dengan kepemilikan surat tanda kepemilikan kenderaan (STNK) dan BPKB diduga palsu itu, Arie enggan memberikan komentar.  "Maaf, bukan kewenangan saya. Silahkan saja ke Ditreskrimum saja. Terimakasih," tandasnya.

Editor: AGUS UTAMA
(dat17/wol)

 

 

WARTA KARTUN

 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment