|
||||
| Imparsial: Pembelian Tank Leopard Tak Urgent |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Kordinator program The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial), Al Araf, menilai pembelian Main Battle Tank (MBT) Leopard terburu-buru dan tidak dalam situasi urgent.Menurut dia, ada tiga hal penting yang lebih baik dilakukan pemerintah (Kementerian Pertahanan) yaitu, membeli helikopter jenis tempur, memperkuat tank jenis medium yg bisa membuat manuver, ditopang dengan rudal- rudal jarak jauh untuk mengantisipasi serangan negara lain. "Perencanaan yang baik pembelian alutsista harus sejalan dengan kebijakan strategi pertahanan yang terstruktur," ujar Al Araf, di Jakarta, tadi malam. Pembelian tank Leopard secara geografis tidak tepat, dan secara infrastruktur masih belum memadai. Pengadaan armada tempur bagi penguatan pertahanan Indonesia harus diletakkan sebagai kelanjutan dari kebijakan dan strategi pertahanan, doktrin, kapasitas dukungan anggaran, dengan tetap mempertimbangkan kondisi geografis dan dilakukan secara transparan serta akuntabel. Di tengah terbatasnya anggaran negara dan fakta krisis ekonomi global, maka menjadi penting untuk pemerintah dan DPR berhati-hati dan lebih cermat dalam pengalokasian anggaran pertahanan. "Penambahan tank jenis medium dan ringan akan jauh lebih efektif dan bermanfaat ketimbang membeli 100 MBT tank Leopard yang kemungkinan besar akan sulit dioperasikan di Indonesia," ujarnya. Imparsial mendesak pemerintah dalam hal ini Kemenhan dan Mabes TNI untuk mendengar aspirasi publik. Dan juga DPR selaku representasi rakyat diharapkan tetap konsisten menolak rencana pembelian 100 MBT Leopard. (dat17/inilah) |




JAKARTA - Kordinator program The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial), Al Araf, menilai pembelian Main Battle Tank (MBT) Leopard terburu-buru dan tidak dalam situasi urgent.
Comments