|
||||
| Pembebasan lahan arteri Kuala Namu molor lagi |
| Warta |
|
INDRA WIDYASTUTI WASPADA ONLINE MEDAN - Pembebasan lahan jalan arteri menuju Bandara Kuala Namu tak kunjung bebas. Pembangunan jalan tidak optimal karena pembebasan lahan tersendat-sendat.Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera, Wijaya Seta mengatakan, pembebasan lahan sejatinya sudah mengalami banyak kemajuan. Berdasarkan tinjuan lapangan yang mereka lakukan hari ini, pembebasan jalan akan selesai pada bulan ini. "Pak Sekda Deli Serdang mengatakan, bulan ini akan selesai pembebasan lahan," kata Wijaya Seta kepada Waspada Online, hari ini. Dia menambahkan, permasalahan yang ada saat ini sudah jelas dimana ada beberapa lokasi yang tanahnya belum bebas. Seperti di Desa Sena sekitar 200 meter yang merupakan tanah eks HGU dan tanah wakaf. Kemudian tanah eks HGU di dekat pajak pagi atau stasiun 4 dan 5 dan tak jauh dari lokasi dengan panjang total sekitar 2,1 km. Wijaya Seta menyebutkan, dari sisa lahan sepanjang 3,4 km yang akan dibangun, sejatinya sudah 1,1 km yang bebas. Namun yang dapat dikerjakan baru 800 meter. Hal itu lantaran 300 meter sisa jalan tersebar di beberapa titik. "Kan nggak bisa dikerjakan kalau nyelip-nyelip, gak menyatu, sulit," ungkapnya. Menurut Seta, dari hasil pertemuan tadi dengan masyarakat di lokasi, dua lokasi tanah akan dikonsinyasi yakni tanah wakaf dan eks HGU. "Jum'at ini akan kita tindak lanjuti. Akan diselesaikan sehingga bisa langsung kita kerjakan," imbuhnya. Seta menjelaskan, akibat lahan yang pembebasannya tersendat-sendat, pihak kontraktor tidak dapat full bekerja. Karena jalan yang hendak dibangun belum bebas. Padahal, Bangun Cipta selaku kontraktor akan berakhir masa kerjanya pada Nopember 2012. Meski terkesan meragukan penyelesaian jalan sesuai deadline, namun Seta mengaku akan tetap bekerja maksimal. "Ya, kalau tak bisa dengan waktu normal, kita lembur, agar selesai," ujarnya. Menurut Seta, jika pembebasan lahan tak juga selesai hingga akhir Juli, maka jalan arteri menuju bandara terpaksa akan dilakukan existing dengan mengoptimalkan jalan tengah yang menyempit. "Itu terpaksa, kalau gak selesa. Tapi mudah-mudahan dengan kita turun ke lapangan, bisa selesai semua," tandasnya. Sebelumnya, Sekda Pemprov Sumut, Nurdin Lubis mengatakan, jika hingga akhir Mei 2012 warga tak juga mau meninggalkan lokasi, maka uang santunan akan dikonsinyasikan ke pengadilan. Namun, setelah Mei, hal itu tak kunjung dilakukan. Sekda Deli Serdang yang juga Ketua Tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T), Azwar mengatakan, pihaknya akan melakukan konsinyasi pada akhir Juni. Namun, hingga hari ini, konsinyasi belum dilakukan dan pembangunan jalan arteri pun kembali mundur. Editor: ANGGRAINI LUBIS (dat06/wol) WARTA KARTUN |




MEDAN - Pembebasan lahan jalan arteri menuju Bandara Kuala Namu tak kunjung bebas. Pembangunan jalan tidak optimal karena pembebasan lahan tersendat-sendat.
Comments