|
||||
| 8 pesan gubernur kepada walikota terpilih |
| Warta |
|
HENDRO KOTO WASPADA ONLINE BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam pidatonya usai melantik Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh pada Rapat Paripurna istmewa DPRK Banda Aceh, dalam rangka pengambilan sumpah dan pelantikan kedua pejabat tersebut memberikan 8 pesan kepada keduanya. Delapan pesan tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan kepada pasangan tersebut dalam menjalankan roda pemerintahan di Banda Aceh. Dalam pesannya Gubernur meminta kepada keduanya untuk meningkatan komunikasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota agar sinergitas pembangunan didaerah ini dapat dipercepat. "Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi memerlukan perhatian lebih, karena wajah Banda Aceh menjadi potret Aceh itu sendiri" kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah, di Banda Aceh, hari ini. Gubernur juga menekankan bahwa pembangunan Aceh harus seiring dengan langkah pemerintah kota, agar kesejahteraan dan keadilan rakyat dapat secepatnya diwujudkan bersama. Gubernur juga meminta kepada keduanya agar dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Banda Aceh yang merupakan terjemahan dari Visi dan Misi keduanya saat kampanye memperhatikan aspek pro pengurangan kemiskinan, lapangan kerja dan lingkungan. "Kreativitas dan inovasi pemerintah kota penting untuk mencapai hal ini," ujarnya. Selain itu Gubernur juga mengingatkan keduanya untuk mempersiapkan peraturan dan regulasi yang baik guna terciptanya iklim investasi yang kondusif. " Perlu ada Badan Pelayan terpadu mengenai perizinan usaha dan investasi di Kota Banda Aceh," pinta Gubernur. Hal lain yang disampaikan oleh Gubernur adalah persoalan reformasi birokrasi, akuntablitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan keuangan dan aset daerah. " Hal itu harus dijalankan secara efektif guna mewujudkan Banda Aceh sebagai City of Prospherity" tukasnya. Gubernur juga meminta kepada keduanya untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan, karena partisipasi masyarakat adalah kunci utama pembangunan. "Partisipasi adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan dan pembentukan citra positif pemerintahan" tandasnya. Selanjutnya Gubernur juga meminta kepada keduanya untuk meningkatkan kapasitas organisasi pemerintah dan aparatur. “Aparatur yang tangguh adalah kunci perbaikan pelayanan publik yang efektif," sebutnya. Dan hal terakhir pesan Zaini Abdullah adalah agar Mawardy Nurdin dan Illiza Sa'aduddin Djamal membenahi sistem administrasi kependudukan. "Banda Aceh adalah ibu kota provinsi, jadi perlu ada pengaturan yang tegas terhadap data kependudukan," kata Gubernur Aceh. Editor: SASTROY BANGUN (dat18/wol) |




Comments