|
||||
| Tokoh tua enggan lengser |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Elite partai politik perlu menyikapi desakan pentingnya regenerasi kepemimpinan bangsa kepada orang-orang muda. Jika tidak dipersiapkan, kalangan muda hanya akan menjadi limbah politik."Keengganan menciptakan orang muda berada pada tampuk kepemimpinan nasional otomatis merugikan nasib negara di kemudian hari. Ditambah lagi menyangkut elemen muda yang akan menjadi 'limbah politik' akibat hasrat dan kelayakannya tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," tukas Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, hari ini. Menurut Syahganda, perjalanan Indonesia ke depan akan terasa berat bila aspek kepemimpinan bangsa tidak mengikutsertakan orang muda. Selain menyebabkan keterputusan alur bagi generasi yang sudah saatnya memimpin, pengabaian kepada orang muda dapat memberi citra negatif terhadap para tokoh yang tidak rela membuka keran regenerasi. "Kelanjutan hidup bangsa ini harus diletakkan dalam kerangka keniscayaan regenerasi, baik karena alasan sejarah maupun kebutuhan untuk menata kejayaan nasional secara sungguh-sungguh, dengan menempatkan kaum muda yang pantas sekaligus tangguh," ujar Syahganda. Ia berharap pemimpin parpol dan pemuka bangsa mempercepat orang-orang muda menjadi pemimpin bangsa sebagai calon presiden ataupun wakil presiden pada Pemilu 2014. Syahganda yakin perekrutan penetapan kriteria atau bentuk penyaringan yang ketat dapat menghasilkan kualitas orang muda sesuai harapan untuk agenda kepemimpinan bangsa berdasarkan kepantasan secara nasional. Apalagi, sambung dia, jumlah barisan orang muda yang berkualitas cukup banyak. "Tinggal semua pihak memeras usaha mencari figur muda terbaik melalui mekanisme kader partai atau membuka kesempatan pada sosok muda nonpartisan," ujarnya. (dat18/media) |




JAKARTA - Elite partai politik perlu menyikapi desakan pentingnya regenerasi kepemimpinan bangsa kepada orang-orang muda. Jika tidak dipersiapkan, kalangan muda hanya akan menjadi limbah politik.
Comments