Monday, 02 July 2012 09:41    PDF Print E-mail
Wacana pemecatan JK tanpa perhitungan
Warta
WASPADA ONLINE

MAKASSAR - wacana pemecatan Jusuf Kalla sebagai anggota Partai Golkar dipandang sebagai tindakan yang mencederai demokrasi.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sebelumnya telah mengeluarkan wacana akan memecat mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) jika maju sebagai calon presiden 2014 mendatang. Rencana yang bakal dilakukan partai berlambang pohon beringin itu mendapat tanggapan banyak kalangan utamanya dari kampung halaman JK di Makassar, Sulawesi Selatan.

Adi Suryadi Culla misalnya, pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Makassar mengatakan apa yang dilakukan partai berlambang pohon beringin itu pastinya menuai banyak respon baik positif maupun negatif.

Adi, sebagai pengamat, menjelaskan apa yang dilakukan Partai Golkar adalah sesuatu yang bias dan terlalu buru-buru, utamanya dalam menetap ketua umum sebagai calon presiden. "Ancaman pada JK itu karena berdasarkan survei peringkat JK jauh berada di atas Ical (Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie), sehingga tidak lagi memperhatikan aspirasi umum," ungkapnya, tadi malam di Makassar.

Harusnya, jika Golkar ingin aman, partai tersebut membeberkan hasil survei dan memperhatikan aspirasi masyarakat. "Apa gunanya hasil survei jika tidak dilaksanakan. Tapi bisa jadi elite Golkar terganggu dengan hasil survei yang mungkin posisi JK masih di atas," terang Adi.

Keputusan Golkar dipandang tanpa perhitungan, terburu-buru dan bisa mencederai proses demokrasi.
(dat18/mediaindonesia)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment