|
||||
| Sekolah unggulan itu… |
| Ragam |
|
ARIANDA TANJUNG Kontributor WASPADA ONLINE MEDAN - Ujian nasional sudah usai, seluruh pelajar di negeri ini mulai sibuk mencari sekolah baru yang menjadi favorit karena sistem pendidikannya lebih maju dan terdepan. Kita ketahui bersama bahwa peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dituangkan dalam bentuk pendirian sekolah-sekolah unggulan di beberapa wilayah. Beberapa contoh sekolah unggulan sudah ada seperti di Magelang dan Tarutung yang mampu menghasilkan lulusan dengan prestasi akademik tinggi. Kira-kira apa kriteria sekolah unggulan itu? Kriteria sekolah unggulan itu menerima dan menyeleksi ketat siswa yang masuk dengan syarat memiliki prestasi akademik yang tinggi. Sekolah unggulan biasanya menawarkan fasilitas lengkap serba menekankan iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi. Selain itu, sekolah unggul juga dapat didukung dari beberapa faktor, di antaranya: 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala Sekolah seharusnya memiliki kemampuan pemahaman yang menonjol. Dari beberapa penelitian, tidak ada sekolah yang maju dengan kepala sekolah yang bermutu rendah. Penelitian Standfield cs (1987) selama 20 bulan di SD Garvin Missouri dan Gibbon (1986) di sekolah-sekolah negeri di Ohio selama 1982/1983, keduanya menemukan bahwa peran kepala sekolah yang efektif dan profesional mampu mengangkat nama sekolah sekaligus memperbaiki prestasi akademik. 2. Guru tangguh dan profesional Guru merupakan ujung tombak kegiatan belajar mengajar karena berhadapan langsung dengan siswa. Karena itu, guru harus profesional sehingga mampu mewujudkan harapan orangtua untuk menciptakan peserta didik yang memiliki wawasan luas dan terampil. 3. Lingkungan kondusif Lingkungan yang kondusif bukanlah hanya ruang kelas dengan berbagai fasilitas mewah, tapi dapat memberikan dimensi pemahaman secara menyeluruh bagi siswa serta jaringan organisasi yang baik. 4. Partisipasi orangtua aktif Di sekolah unggulan, orangtua selalu dilibatkan dalam kegiatannya. Kontribusi yang sederhana adalah pengawasan. Pada proses yang intensif, orangtua dilibatkan dalam proses penyusunan kurikulum sekolah sehingga ikut bertanggungjawab dalam mendidik anak sesuai tujuan yang telah dirumuskan. Akibatnya, terjalin sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dengan rumah. So, lebih selektiflah dalam memilih sekolah yang kamu anggap unggulan. Karena jika salah pilih, dapat berakibat fatal untuk masa depanmu. Good luck ya! Editor: AUSTIN ANTARIKSA (dat18/wol/waspada) |




MEDAN - Ujian nasional sudah usai, seluruh pelajar di negeri ini mulai sibuk mencari sekolah baru yang menjadi favorit karena sistem pendidikannya lebih maju dan terdepan.
Comments