Friday, 29 June 2012 16:34    PDF Print E-mail
Usung Ical, Golkar beresiko kalah
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Pengamat politik Arbi Sanit menilai niat Partai Golkar mengusung Ketua Umum Aburizal Bakrie atau Ical sebagai calon presiden 2014 berisiko kalah. Sebab, kata pensiunan dosen itu, Ical bukanlah tokoh terbaik di internal Partai Golkar, apalagi di level nasional.

"Jadi, kalau Golkar memajukan Ical sebagai calon presiden, Golkar terlalu mengambil risiko kalah. Nasib Golkar memajukan Jusuf Kalla bisa terulang lagi," kata Arbi Sanit kepada pers, hari ini.

Arbi melihat Ical tidak mendapat dukungan penuh partainya menjadi kandidat presiden. Terbukti Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung tak begitu mendukung. Apalagi penolakan dari beberapa Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar. "Jadi, Ical bukan terbaik di dalam," kata Arbi.

Belum lagi sejumlah kasus yang menyeret nama Ical, seperti pengemplangan pajak dan luapa lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Tanpa kasus saja, kata Arbi, Ical bukan yang terbaik. "Kan jadi presiden bukan ukuran kampung," kata Arbi.

Arbi pun membandingkan Ical dengan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hingga dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md serta Menteri BUMN Dahlan Iskan. Dengan semua figur itu Ical kalah populer. Dalam sejumlah survei, Megawati masih di atas.

Karena itu, kata Arbi, sayang apabila peningkatan elektabilitas Golkar dalam sejumlah survei tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal itu menjadi tak berguna jika Golkar ngotot memajukan Ical. "Untuk apa peningkatan elektabilitas Golkar tidak ada gunanya," kata Ical.

Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar di Bogor, Jawa Barat, 29-30 Juni ini, memastikan mengesahkan Ical sebagai capres 2014. Pada 1 Juli nanti pengusaha itu juga akan mendeklarasikan diri.
(dat18/metrotv/mediaindonesia)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment