WASPADA ONLINE
BANDA ACEH - Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf merasa sedih atas atas insiden pemukulan yang dialaminya usai menghadiri pelantikan gubernur Aceh terpilih, Senin kemarin. Dalam keterangan persnya, Irwandi mengatakan, diamenghadiri pelantikan Gubernur Aceh terpilih, diundang sebagai Gubernur Aceh, dengan maksud untuk memberikan ucapan selamat kepada Gubernur baru, Zaini Abdullah, dan Wakil Gubernur, Muzakir Manaf.
Hal itu menurutnya merupakan kewajiban sebagai mantan Gubernur Aceh untuk menghadiri peristiwa yang bersejarah. Momentum pelantikan Gubernur merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat Aceh, Pemerintah Nasional, kepada seluruh rakyat Indonesia, dan komunitas internasional bahwa seluruh faksi politik di Aceh sangat serius terhadap rekonsiliasi, kelanjutan perdamaian dan bekerja sbersama untuk membangun Aceh. "Saya berharap bahwa momentum pelantikan ini merupakan kesempatan untuk mendemonstrasikan komitmen bersama kita terhadap perdamaian. Sayangnya, harapan saya menjadi hilang pada hari pertama pemerintahan baru.
  "Menurut Irwandi tadi malam, selama proses pelantikan, terdengar teriakan yang merendahkan oleh anggota Partai Aceh (PA) ketika namanya disebutkan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Setelah upacara pelantikan, Irwandi menyodorkan salam kepada kerumunan yang sebagian besar merupakan anggota Partai Aceh. Namun, itikad baiknya itu disambut dengan teriakan yang menyebutkan saya sebagai pengkhianat.
"Tanpa disangka, saya dikerumuni dan diserang oleh sekelompok pendukung PA, sebagian mengenakan seragam satgas PA. Saya mendapatkan pukulan di wajah dan kepala selama beberapa menit.Petugas keamanan yang ditugaskan untuk mengawal saya beraksi untuk melindungi dan membawa saya menuju mobil polisi. Meski setelah petugas keamanan membawa saya ke instalasi gawat darurat RS Zainoel Abidin, kami tetap diikuti dengan aksi kemarahan dari anggota Partai Aceh," ujarnya.
Kepolisian Daerah Aceh telah mengantongi nama-nama orang yang diduga pelaku pengeroyokan Irwandi Yusuf yang terjadi di Gedung DPR Aceh, Senin kemarin. Namun siapa saja mereka, belum bisa diungkap. Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Polisi Gustav Leo menyebutkan, polisi sedang mengolah informasi yang telah dikumpulkan untuk mengejar para pelaku. Mereka juga telah mempelajari hasil rekam medis (visum) yang diserahkan rumah sakit. "Yang pasti kami sudah ada catatan-catatan, dan Pak Irwandi juga sudah memberikan keterangan. Tentunya masukan dari saksi-saksi yang ada, akan memudahkan kami untuk menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku," kata dia.
Polisi, tambah Gustav, juga belum memeriksa orang yang dituduhkan itu. Alasannya, polisi tidak ingin gegabah dalam menindaklanjuti kasus ini. "Sedang kami kembangkan, harus jelas dulu jangan nanti setelah proses peradilan tidak tuntas. Kami berusaha mengungkap kasus ini dengan cermat sehingga kemudian bisa memberikan keyakinan dalam proses pengajuan ke pegadilan nantinya," ujarnya Gustav.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan gubernur Aceh periode 2006-2011, Irwandi Yusuf mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari ratusan massa pendukung Partai Aceh di halaman parkiran gedung DPR Aceh, usai acara pelantikan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Priode 2012-2017. Dia diteriaki sebagai pengkhianat dan dipukuli.
Saat pemukulan itu, Irwandi mengaku mengenali beberapa orang pelaku. Salah satunya adalah orang yang pernah membakar rumah singgahnya di kawasan Maheng, Aceh Besar. "Ada beberapa orang yang saya kenal, dan mereka langsung memukuli saya," kata Irwandi, Senin kemarin. (dat17/wol/antara)  WARTA KARTUN
|
Comments