Tuesday, 26 June 2012 21:08    PDF Print E-mail
Distan Tobasa atasi serangan penyakit padi
Warta
WASPADA ONLINE

BALIGE – Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara hingga kini terus berupaya mengatasi serangan penyakit “kresek” atau hawar daun yang merusak hampir empat hektare tanaman padi milik petani di Desa Dolok Nagodang, Kecamatan Uluan.

“Petugas Penyuluh Lapangan beserta pengamat hama penyakit tanaman telah meninjau lokasi tersebut, guna melakukan pencegahan berkembangnya penyakit bakteri yang berpotensi menimbulkan kegagalan panen tanaman padi milik petani setempat,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Tobasa, Parlindungan Simanjuntak di Balige, hari ini.

Memang, kata dia, penyakit hawar daun bakteri merupakan salah satu penyakit pada tanaman padi petani, sehingga perlu diantisipasi melalui pola tertib tanam yang dianjurkan pemerintah.

Selain itu, menurut Parlindungan, pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat perlu diterapkan, guna mengurangi kelembaban yang tinggi di sekitar lingkungan pertanaman dalam mencegah meluasnya intensitas serangan penyakit hawar daun.

Ia mengaku, serangan penyakit serupa pernah melanda tanaman padi milik petani di Desa Parsuratan Kecamatan Balige, namun mampu diatasi karena petani di wilayah tersebut sangat mematuhi teknologi budidaya yang dianjurkan para petugas penyuluh pertanian yang memberikan bimbingan.

“Sejumlah petani di Kecamatan Uluan kurang koperatif, sehingga menyulitkan pihak petugas dalam melakukan penyuluhan,” ujarnya.

Koordinator Pengamat Hama Penyakit Dinas Pertanian Tobasa, Jasminto Siahaan menambahkan, pihaknya sudah menganjurkan petani di wilayah itu melakukan pengendalian secara hayati menggunakan ‘Tribac’ dengan dosis satu liter dicampur air 15 liter untuk digunakan pada luas lahan sepuluh hektare.

Guna mencegah serangan penyakit tersebut tidak berulang, menurut dia, sebaiknya petani setempat jangan langsung melakukan penanaman setelah lahan selesai diolah, namun perlu dibiarkan sekitar dua minggu, hingga jerami padi membusuk untuk mencegah berjangkitnya jamur.

Sebelumnya, sejumlah petani Desa Dolok Nagodang, Kecamatan Uluan mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tobasa, guna menyampaikan keluhan atas kekhawatiran mereka akibat meluasnya serangan penyakit kresek yang melanda tanaman padi di wilayah itu.

Naiborhu (70) salah seorang petani desa tersebut mengaku, mereka sangat mengharapkan Dinas Pertanian setempat segera turun tangan untuk mengendalikan berkembangnya penyakit bakteri yang dikhawatirkan menggagalkan hasil panen padi petani setempat.

“Kami meminta pihak Dinas Pertanian dapat memberikan solusi dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapi petani di daerah tersebut,” katanya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment