Monday, 25 June 2012 14:18    PDF Print E-mail
Pirlo ‘Godfather’ nan menghanyutkan
Euro 2012
WASPADA ONLINE
     
MEDAN - Brilian! Kata inilah yang pantas disematkan kepada gelandang Italia, Andrea Pirlo). Terbukti, 117 umpan, menjelajah lapangan tanpa pelanggaran, dan satu gol penalti kelas dunia disuguhkan Pirlo dalam kemenangan Italia atas Inggris, Senin dinihari.
     
Pantas jika playmaker Juventus ini dinobatkan sebagai man of the match dalam laga perempatfinal Euro 2012 tersebut. Tak sekadar kuantitas, aksi pemain berusia 33 tahun itu juga berkualitas. Visi dan kemampuan mengatur irama permainannya tak ada duanya.
     
Tentu salah satu indikatornya adalah sukses membuat 31 operan di area pertahanan lawan, 19 di antaranya ke wilayah penalti John Terry cs. Selama 120 menit, satu dari dua punggawa Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 selain Gianluigi Buffon itu juga mengerahkan kemampuan terbaiknya.
     
Klimak kehebatannya terjadi saat mencetak gol penalti dengan mencungkil bola ke tengah gawang untuk memperdayai kiper Inggris, Joe Hart. Gaya eksekusi penalti yang pertama kali diperlihatkan legenda Cekoslovakia, Antonin Panenka, di Euro 1976 silam.
    
Usai menjadi salah satu aktor kemenangan Gli Azzurri, Pirlo menjelaskan alasan mengadopsi gaya penalti Panenka yang juga dipopulerkan legenda timnas lainnya, Francesco Totti. Ternyata, Pirlo mengaku dirinya sengaja melakukannya untuk menghancurkan mental pemain Inggris. Pasalnya, Italia sedang tertinggal akibat Riccardo Montolivo gagal menunaikan tugasnya.
     
Nyatanya, taktik Pirlo membuahkan hasil positif karena Ashley Young dan Ashley Cole gagal menjebol gawang Gianluigi Buffon yang juga tampil gemilang. Ketenangan mantan bintang AC Milan itu pun mampu menularkan kepercayaan diri tinggi bagi Antonio Nocerino dan Alessandro Diamanti yang ikut mencetak gol.
    
Aksi fantastis Pirlo yang sempat diragukan menjadi andalan di pentas Euro 2012 kini tak terbantahkan kian vital bagi pelatih Cesare Prandelli. Sang allenatore pun menilai Pirlo adalah ruh permainan Azzurri. Bagi Prandelli, lawan-lawan Italia pantas waspada bilamana ada Pirlo di dalam timnya.
     
Kini, ujian selanjutnya bagi Pirlo cs adalah meladeni Jerman. Menariknya, Pirlo akan bertarung dengan playmaker Der Panzer, Mesut Ozil.  Siapa yang lebih berperan dan bakal membawa timnya tampil di partai puncak? Ayo, kita saksikan bersama pada 29 Juni nanti!

Karier Klub
1995-1998     Brescia (Italia)
1998-2001     Inter Milan (Italia)
1999-2000     Reggina (Italia)
2001             Brescia (Italia)
2001-2011     AC Milan (Italia)
2011-            Juventus (Italia)

Karier Timnas
1998-2002     Italia U-21
2002-            Italia (senior)
Debut vs Azerbaijan (7 Sept 2002)
87 caps/10 gol
    
Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat06/wol/uefa/afp)