Sunday, 24 June 2012 20:23    PDF Print E-mail
Gus 'lawan' kuat bagi Gatot
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Gus Irawan Pasaribu dan Gatot Pujo Nugroho diperkirakan akan bersaing ketat dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang digelar pada Maret 2013. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPP Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar di Medan, hari ini.

"Saya hanya berpikir Gus Irawan yang kuat. Tokoh yang lain kurang saya perhatikan," katanya. Hasrul menjelaskan, cukup banyak alasan dan pertimbangan yang menyebabkan Gus Irawan Pasaribu dan Gatot Pujo Nugroho akan bersaing ketat dalam pemilihan Gubernur Sumut.

Gus Irawan Pasaribu sangat diperhitungkan karena namanya telah tersosialisasikan sejak lama ketika menjadi Direktur Utama PT Bank Sumut dan Ketua Umum KONI Sumut. Karena itu, Gus Irawan Pasaribu memiliki peluang cukup besar untuk meraih banyak dukungan dari masyarakat dalam pemilihan gubernur tersebut.

Jika tidak ada partai politik yang mendukungnya, kemungkinan besar Gus Irawan Pasaribu akan menggunakan jalur perseorangan untuk mendaftar ke KPU Sumut. "Informasinya, sudah ada 450 ribu KTP dukungan untuk Gus Irawan," kata mantan Ketua PPP Sumut itu.

Kemudian, kata dia, Gus Irawan Pasaribu juga mendapatkan dukungan masyarakat karena masih relatif muda dan enerjik sehingga layak mendapatkan amanat untuk memimpin pembangunan di Sumut. Selain itu, Gus Irawan Pasaribu juga dinilai memiliki visi kemimpinan yang dibuktikan dengan keberhasilannya memajukan Bank Sumut sebagai salah satu BUMD andalan Pemprov Sumut.

Demikian juga dengan keberadaan sosoknya yang dianggap memiliki "nasab" atau garis keturunan sebagai pemimpinan jika dilihat saudara-saudaranya yang duduk di pemerintahan. Ia mencontohkan beberapa sosok abang kandung Gus Irawan Pasaribu seperti Bomer Pasaribu (mantan Menteri Tenaga Kerja), Panusunan Pasaribu (mantan Bupati Tapanuli Tengah), dan Syahrul Pasaribu (Bupati Tapanuli Selatan).

Pria kelahiran 31 Juli 1964 tersebut juga disenangi berbagai pihak karena sangat komunikatif. "Mudah-mudahan, sikap komunikatif itu tidak berubah. Karena, seseorang bisa berubah karena jabatan," katanya.

Sedangkan Gatot Pujo Nugroho diperhitungkan karena menjadi calon yang berasal dari "incumbent" disebabkan masih menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sumut. "Dia diperhitungkan karena sudah masuk dalam sistem," kata Hasrul.

Gatot Pujo Nugroho juga diperhitungkan karena diperkirakan telah memiliki "amunisi" yang cukup untuk bersaing dalam pemilihan Gubernur Sumut. "Sebagai incumbent, Gatot Pujo Nugroho telah memiliki banyak uang," kata mantan Wakil Ketua DPRD Sumut itu.
(dat18/antara/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment