|
||||
| SBY harus copot kader bermasalah |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Partai Demokrat memerlukan radikalisme dari sang tokoh utama, yakni Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah.Menurutnya, SBY sebagai tokoh utama di partai tersebut harus memiliki keberanian yang radikal untuk mengatasi kemelut yang terjadi di Partai Demokrat. "SBY harus segera menonaktifkan seluruh kadernya yang terindikasi korupsi, seperti Anas, Andi, dan lain-lain yang sudah terindikasi," ujar Iberamsyah, kepada wartawan. Iberamsyah menilai SBY tidak memiliki ketegasan dalam menyikapi kader partainya yang terus mengerus citra partai, dan akan berdampak pada perolehan suara di pemilu 2014 nanti. "Dibutuhkan keberanian luar biasa SBY. SBY harus bertindak radikal," kata dia. Partai Demokrat, lanjut dia, seharusnya tidak membenamkan partai dalam permasalahan dugaan korupsi yang dilakukan para kadernya secara berkepanjangan. Untuk menjaga citra partai, menurutnya hanya dapat dilakukan oleh SBY, yakni dengan cara menonaktifkan seluruh kader partainya yang terindikasi melakukan pidana korupsi. "Kalau sudah terindikasi, enggak usah nunggu dibuktikan secara hukum, langsung saja dinonaktifkan," tegasnya.Dia melihat sikap SBY sejauh ini tetap mempertahankan seluruh kader partainya yang diduga terindikasi melakukan tindak pidana korupsi. (dat17/inilah/viva) |




JAKARTA - Partai Demokrat memerlukan radikalisme dari sang tokoh utama, yakni Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah.
Comments