Friday, 22 June 2012 12:50    PDF Print E-mail
SBY dituding kucurkan Rp3 triliun Bansos jelang 2009
Warta
WASPADA ONLINE

DENPASAR - Pemilu 2009 lalu yang memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono melalui Partai Demokrat di duga akibat menyebarkan dana bantuan sosial (bansos) mencapai hampir Rp30 triliun untuk mengangkat citra dirinya sehingga ia terpilih menjadi Presiden.

Hal itu di sampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristyanto. Hasto menyebut dana sebesar itu diambil dari dana negara atau diambil dari APBN.

"Dari kajian yang kami lakukan, termasuk didukung dari kajian Marco Semester menunjukkan bahwa dalam pemenangan pemilu 2009, SBY telah menggunakan model-model yang pada prinsipnya seperti model Thaksin (Mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra)," ungkap Hasto dalam keterangan resmi di acara pembekalan kaderisasi kader madya di Kantor DPD PDIP Bali, hari ini.

Menurut Hasto total dana bansos yang dikucurkan SBY pada Pemilu 2009 yang hitungnya itu mencapai hampir Rp30 triliun yang digunakan untuk meningkatkan popularitas SBY. Hasto memaparkan pada Juni 2008, popularitas SBY berada sekitar 5 sampai 10 persen di bawah Megawati Sukarnoputri.

"Kemudian digunakanlah metode Thaksin itu, sehingga digelontorkan dana-dana yang populis, dan juga untuk perbaikan infrastruktur di kecamatan. Jumlahnya hampir Rp18 triliun. Lalu digunakan untuk pemberian raskin (beras untuk rakyat miskin), sehingga dalam waktu enam bulan, popularitas SBY langsung naik berkali-kali lipat," imbuh Hasto.

Hasto menyadari hingga kini belum ada peraturan terhadap penggunaan dana bansos oleh penguasa namun dengan menggunakan anggaran rakyat untuk kepentingan meningkatkan popularitas diri sendiri dinilai sebagai bentuk penyimpangan.

"Itu memang belum ada suatu peraturan, tapi ketika anggaran untuk rakyat digunakan untuk meningkatkan popularitas diri sendiri ya, akhirnya itu sebagai suatu bentuk penyimpangan," jelasnya.

Tidak cukup hanya itu, kecurangan Pemilu 2009 lain yang mengantarkan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ke tampuk kursi presiden menurut Hasto yakni adanya manipulasi DPT dan di luar itu juga ada menggunakan IT.

Selain itu, pimpinan KPU itu yang seharusnya netral, juga ikut di libatkan. Untuk itu ia menggangap Pemilu 2009 banyak terjadi kecurangan secara massif.
(dat17/viva/media/rmol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment