Friday, 22 June 2012 10:10    PDF Print E-mail
Bursa Asia pun anjlok
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

SINGAPURA - Bursa Asia ikut melemah pada pembukaan perdagangan saham hari ini, mengikuti penurunan tajam yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Ancaman krisis global yang makin memburuk menjadi salah satu penyebabnya.

Seperti dikutip laman Reuters, pagi ini, indeks bursa Asia Pasifik di luar Jepang tercatat melemah 0,8 persen. Penurunan yang sama terjadi pada indeks Nikkei Jepang.

Suramnya perdagangan saham di bursa Asia tak terlepas dari banyaknya sentimen negatif seputar perekonomian dunia. Sebelumnya, China, Eropa, dan AS telah melaporkan data-data pelemahan pertumbuhan sektor manufaktur di negaranya. Hal ini makin meningkatkan ketakutan terhadap proses ekonomi global.

Sejumlah data menunjukan, sektor swasta di kawasan Eropa mengalami penurunan tajam pada bulan ini. Bahkan pelemahan ini merupakan yang tercepat dalam tiga tahun terakhir. Dari China, sektor manufaktur di negara Tirai Bambu itu mengalami kontraksi selama 8 bulan berturut-turut.

Kabar buruk juga harus diterima investor setelah lembaga pemeringkat internasional, Moody's menurunkan rating surat utang 15 bank besar di dunia.

Sejumlah sentimen negatif tersebut membuat harga-harga komoditas ikut melemah, serta turunnya nilai tukar dolar Australia yang selama ini sangat berkaitan erat dengan perdagangan komoditas.

Saat ini, harga minyak mentah jenis Brent tercatat telah berada di bawah US$90 per barel, atau pertama kalinya sejak 18 bulan terakhir.

Sementara harga emas juga mengalami pelemahan cukup dalam yaitu 2,5 persen ke level US$1.565 per ounce. Penurunan ini menyapu semua keuntungan yang diraih sepanjang 2012.
(dat18/vivanews)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment