Thursday, 21 June 2012 20:41    PDF Print E-mail
Kampanye kondom langgar etika moral ketimuran
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Masalah pembagian kondom bagi para remaja sebaiknya tidak dilakukan. Dalam kultur ketimuran seperti di Indonesia, ini dapat ditafsirkan sebagai tindakan melegitimasi pergaulan bebas dan kenakalan remaja.

"Memang pendidikan moral bukanlah suatu proses yang dapat dilakukan dalam periode waktu yang singkat. Namun prosesnya harus benar-benar terencana dan terprogram dengan baik. Energi lebih yang ada pada para remaja harus dapat disalurkan pada aktifitas yang positif yang dapat berupa berbagai kreatifitas seni, iptek dan olah raga," demikian diutarakan Wakil Persiden Kabinet Indonesia Muda (KIM), Poempida dalam laman jurnal blog-nya, hari ini.

join_facebookjoin_twitter  

Dosen Pascasarjana Universitas Guna Darma ini menambahkan, Kemenkominfo dapat ditingkatkan perannya dalam sosialisasi pendidikan moral ini, dengan cara memperketat tontonan-tontonan yang terlalu vulgar dan bebas.

Poempida yang merupakan lulusan Doktoral dari Imperial College of Science, Technology and Medicine, London, Inggris ini mengungkapkan lagi, Seyogyanya, dalam mengatasi meningkatnya pergaulan bebas dan kenakalan remaja seperti data temuan BKKBN, pemerintah harus secara terintegrasi melakukan kampanye pendidikan moral yang lebih intensif, yang melibatkan lintas kementrian: Kemendikbud, Kemenpora, Kemenkes, dan Kemenag.

Terpisah, kampanye penggunaan kondom yang digaungkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi terus mendapat penolakan. Kali ini penolakan datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Dengan alasan apapun tidak dibenarkan, karena itu melegalkan segala bentuk kemaksiatan," kata Din Syamsuddin di sela pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, hari ini.

Din sangat menyayangkan kegiatan kampanye penggunaan kondom yang sedang digencarkan Menteri Kesehatan. Dia menilai pemerintah salah mengambil jalan itu. Karena dengan kampanye itu artinya membuka kegiatan seks bebas dan prostitusi dalam bentuk apapun.

"Harusnya negara menyadari, pendidikan yang ada di negara ini diraih dengan susah payah. Jangan dirusak hanya dengan berdalih menekan angka kehamilan," ujar Din.

Program kampanye kondom yang digaungkan Menteri Kesehatan Nafsiah mengundang kritik. Nafsiah sendiri membantah kondom-kondom itu akan dibagikan kepada anak-anak muda atau murid sekolah. Menurut Nafsiah, program ini diprioritaskan untuk hubungan seks yang berisiko.

"Seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berakibat penularan penyakit kelamin termasuk HIV, AIDS, sifilis dan sebagainya, maupun berisiko kehamilan yang tidak dikehendaki," kata menteri yang juga mantan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS ini.
(dat06/wol/media/antara)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment