Thursday, 21 June 2012 23:23    PDF Print E-mail
Medan sudah jadi sarang teroris
Warta
SASTROY BANGUN & RIDIN
WASPADA ONLINE

 
MEDAN - Tim Badan Nasional Penanggulan Teroris bersama Detasemen Khusus 88 Antiteror, menggerebek kediaman Rizky Gunawan alias Ronny Setiawan, salah seorang teroris pelaku pemboman gereja di Solo pada 25 September 2011 lalu di Jalan Eka Warni 3, Medan Johor. Sebelumnya, Ronny ditangkap Tim Densus di Stasiun Kereta Api Jakarta Pusat, 3 Mei lalu.

Penggerebekan yang dilakukan tim BNPT bersama Densus 88  ini, langsung membuat geger warga di sekitar kediaman tersangka. Apalagi, untuk mengawasi proses penggeledahan kediaman rumah tersangka yang berada di ujung jalan, ratusan petugas kepolisian dari Brimob, Sabhara dan Kepolisian Resort Medan, dengan bersenjata lengkap melakukan penjagaan ketat dan melarang setiap orang yang akan masuk ke areal lokasi.

join_facebookjoin_twitter  

Di depan rumah mewah milik tersangka bernomor 4 juga terlihat sebuah kendaraan taktis barakuda disiagakan persis di depan pintu. Dari informasi yang diterima Waspada Online, di dalam kediaman Rizky Gunawan terlihat petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh. Tersangka Rizky yang dihadirkan dengan tangan terborgol juga terlihat dalam penggerebekan tersebut. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya busur panah dan berbagai alat computer.

Selain itu, dua orang remaja yang diduga mengetahui aktivitas tersangka,  juga turut diamankan untuk dimintai keterangan. Sayangnya, tidak ada warga yang berani berkomentar terkait aktivitas di rumah mewah yang baru ditempati beberapa bulan oleh keluarga tersangka ini. Namun warga hanya mengetahui bahwa selama ini tidak ada kecurigaan warga terhadap keluarga tersangka yang dikenal sebagai pedagang rujak keliling. Apalagi selama ini, ibu tersangka juga dikenal sangat ramah dan juga aktif dalam kegiatan pengajian di lingkungan tempat tinggalnya.

Selain  di Jalan Eka Warni 3, satu unit rumah mewah di komplek Griya Karya Kasih di Jalan  Karya Kasih, Medan Johor, juga turut digeledah petugas dari BNPT dan Densus 88 Anti Teror. Rumah mewah yang diduga milik tersangka teroris Rizky Gunawan ini juga turut digeledah, menyusul adanya bukti kuat, tersangka terlibat dalam pendanaan pemboman gereja di Solo pada 25 september 2011 silam.

Di komplek Griya Karya Kasih, sejumlah petugas bersenjata lengkap dan diantaranya tampak mengenakan penutup wajah, langsung melakukan pengintaian di sekitar rumah mewah Nomor 31/32.

Situasi ini juga kembali menghebohkan warga komplek yang tidak pernah mengira kejadian ini sebelumnya. Apalagi komplek ini biasa terlihat sepi dan tertutup dari umum. Hal ini dilakukan petugas hanya dalam hitungan menit dari penggeladahan kediaman rumah Rizky Gunawan sebelumnya di Jalan Eka Warni 3.
Selang beberapa saat kemudian, dengan pengawalan ketat ratusan pasukan Brimob bersenjata lengkap, kendaraan taktis barakuda yang membawa  tersangka Rizky dari kediaman sebelumnya yang telah terlebih dahulu digeledah.

Namun kali ini, petugas terlibat melakukan sterilisasi lebih ketat dan mengusir wartawan yang berusaha melakukan peliputan. Dari keterangan sementara diketahui, penggeledahan ini semakin menguatkan keterlibatan pria berusia 24 tahun tersebut, dalam pendanaan pemboman gereja di Solo 25 September silam.

Petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan penggeledahan dan menyita aset milik terduga teroris. Dalam penggeledahan di lokasi ketiga yakni di Jalan Willem Iskandar, Pancing, Medan, Sumatera Utara, petugas juga membawa Rizky Gunawan.
 
Pantauan Waspada Online di lapangan, RS diminta petugas bersenjata lengkap untuk membuka pintu dan masuk ke dalam rumah yang baru dibangun. Rumah tersebut kosong sudah sejak lama karena baru selesai dibangun. Tim yang datang sekira pukul 14.00 WIB, kemudian menyisir setiap sudut ruangan. Sementara itu, puluhan petugas lainnya berjaga di depan rumah. Petugas kemudian memasang garis polisi agar tidak ada warga atau wartawan yang masuk ke areal penggeledahan.
 
Warga yang penasaran langsung melihat lokasi penggeledahan. Alhasil, Jalan Pancing menjadi macet dan petugas lalu lintas terlihat sibuk mengatur kendaraan agar tidak terjadi kepadatan. Sekira satu jam, pukul 15.00 WIB, petugas akhirnya selesai melakukan penggeledahan. Terduga teroris yang diduga berinisial RS kemudian dibawa ke dalam baracuda untuk kembali ke Mapolda Sumut.
 
Sementara itu, pihak BNPT mengklaim Densus 88 Anti Teror menyatakan  berhasil menyita aset milik jaringan teroris di Jalan Eka Warni 3, Medan, Sumatera Utara. Aset-aset yang disita berupa mobil rumah, ruko dan dana segar yang ditaksir bernilai, senilai Rp8 miliar. "Operasi ini merupakan penyitaan aset milik kelompok teroris," ujar Ketua BNPT, Arsyad Mbai di ruang VIP, Bandara Polonia Medan, hari ini.

Namun, tidak diungkapkannya berapa teroris yang ditangkap dalam operasi ini. "Saya belum bisa mengungkapkan karena anggota masih bertugas di lapangan," imbuhnya.
 
Berdasarkan data yang Waspada Online sebelumnya, BNPT menangkap empat orang terduga teroris. Informasi yang diterima dari Lurah Gedung Johor, Erwin Faisal, empat terduga teroris tersebut bernisial KH (54), JH (seorang wanita), TI (16), dan Win (19).  Di antara mereka, hanya Kusnan dan Rizky yang memiliki KTP kota Medan.
 
Penyitaan ini menunjukkan bahwa Sumatera Utara dijadikan sebagai pusat pengumpulan oleh jaringan teroris. "Aset yang kami sita berupa empat rumah, satu ruko, beberapa mobil dan motor, serta dana segar. Nilai yang cukup banyak tersebut berhasil mereka kumpulkan melalui jaringan siber. Penyitaan kami lakukan sejak kemarin dan dilanjutkan hari ini,” jelas Direktur Penindakan BNPT, Petrus R Golose.

Menurutnya, aset-aset tersebut diketahui milik jaringan teroris berdasarkan pengembangan informasi dari lima terduga tindak pidana terorisme yang berhasil dibekuk. Salah satu dari lima orang tersebut ahli teknologi informasi. "Dari pengakuan kelimanya, pusat kegiatan dan pelatihan mereka telah dipindahkan dari Solo ke Jawa Timur, NTB, dan Sulawesi. Sedangkan khusus untuk pencarian dana, sengaja dipusatkan di Sumatera Utara,” paparnya.
 
Petrus mengaku terkejut dengan kelihaian kelompok teroris dalam mengumpulkan dana melalui dunia maya. “Kelompok ini benar-benar canggih memanfaatkan teknologi untuk penggalangan dana. Kami terkejut dengan dana yang berhasil mereka kumpulkan. Ini sama juga telah terjadi revolusi besar dana aktivitas kelompok terorisme di Indonesia,” pungkasnya.
 
Densus 88 selanjutnya akan menggerebek lokasi terduga teroris di Kota Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.
 
Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment