Monday, 18 June 2012 20:19    PDF Print E-mail
Dua pekan jahit mulut, DPRD SU mati rasa
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE


MEDAN - Sudah dua pekan para petani dari Padang Lawas (Palas) menggelar aksi mogok makan hingga menjahit mulut di depan Gedung DPRD Sumatera Utara. Namun hingga kini, belum ada respon dari wakil rakyat sebagai solusi permasalahan tersebut.

Dengan bertelanjang dada, belasan massa yang menuliskan "apakah kami harus mati!!!!" di dada mereka, massa menyampaikan bentuk protes terhadap sikap legislatif atas penderitaan rakyat.

M br Simanjuntak (60), seorang warga, saat menyampaikan curahan hatinya di hadapan anggota dewan menyebutkan, pihaknya lebih baik bertahan di depan gedung DPRD Sumut daripada pulang ke kampung halaman mereka.

"Kami lebih baik mati disini, daripada di sana. Rumah kami tak ada lagi, sudah dibakar," katanya meneteskan air mata.

"Kami tinggal pun sekarang terpaksa menumpang. Bahkan untuk pakaian saja pun sudah tidak punya dan terpaksa meminjam," imbuhnya.

Warga lainnya, Galung, secara spontan memprotes sikap para legislator. Ini setelah dia melihat anggota dewan tidak mencerminkan diri seperti wakil rakyat.

"Tidak ada kelen yang empati," dia berteriak sambil menunjuk-nunjuk anggota dewan yang menemui massa.

Sugianto, dari Dewan Kesehatan Rakyat yang mendampingi massa menyebutkan, sampai saat ini buldozer masih meraung-rangung di Palas dan merusak tanaman rakyat. Sementara aparat kepolisian justru menahan salah seorang warga, yang penangkapannya dinilai cacat hukum.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri dan sejumlah anggota legislatif lainnya yang menemui massa mengatakan, anggota Komisi A DPRD Sumut sudah meminta agar selama kasus tersebut ditangani legislatif, untuk distanvaskan.
(dat06/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment