|
||||
| DPP Demokrat akan bahas hasil survei LSI |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan suara Partai Demokrat anjlok hingga 11,3%, dijadikan alat untuk menekan Anas Urbaningrum melepas jabatannya sebagai ketua umum DPP partai ini.Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengatakan bahwa turunnya elektabilitas Demokrat ini sangat drastis. Menurut Hayono, DPP harus bersikap dewasa menyikapi masalah ini. "DPP rapat khusus untuk membahas ini, ada jalan keluar solusi terbaik agar penurunan ini dapat dicegah. Rapat khusus dapat menghasilkan solutif, sikap satria, kedewasaan," tegas Hayono, di gedung DPR, hari ini. Sebelumnya, Hayono sempat mewanti-wanti kalau penurunan elektabilitas partai di bawah 10 persen, maka dewan pembina akan turun tangan. Namun, apakah sikap satria yang dimaksud juga agar Anas Urbaningrum meletakkan posisinya sebagai ketua umum? "Teman-teman di DPP tahu persis (satria seperti apa). Di mana ketua umum kami terkait dengan Nazaruddin, silahkan dipertimbangkan. Sehingga dapat mengembalikan elektabilitas partai," kata Hayono. Dia tidak merinci lebih jelas apa yang dimaksud. Sebelumnya, Hayono juga sempat meminta Anas legowo mundur dari jabatannya. "Kami serahkan ke DPP, itu domain DPP, keputusan apa yang akan diambil. Menurut hemat saya ada rapat khusus, angka psikologis 10 persen. Rapat khusus DPP, ada kedewasaan berpikir dan satria," kata anggota Komisi I DPR ini. Mantan menpora pada Orde Baru ini mengatakan, hasil survei LSI harus menjadi cambuk bagi Partai Demokrat. "Jangan sekali-kali meremehkan lembaga survei, kalau tak ada tindakan akan merosot lagi," katanya. (dat18/inilah) |




JAKARTA - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan suara Partai Demokrat anjlok hingga 11,3%, dijadikan alat untuk menekan Anas Urbaningrum melepas jabatannya sebagai ketua umum DPP partai ini.
Comments