|
||||
| BI siasati hasil Pemilu Yunani |
| Ekonomi & Bisnis |
WASPADA ONLINE JAKARTA – Yunai melaksanakan Pemilihan Umum, Minggu kemarin. Eropa memprediksim hasil Pemilu Yunani akan menentukan nasib Yunani apakah akan bertahan atau keluar dari keanggotaan mata uang tunggal Eropa, Euro.Hasil Pemilu Yunani juga disiasati Bank Indonesia. BI telah menyioapkan langkah untuk mengantisipasi memburuknya krisis utang Eropa akibat hasil pemilihan umum Yunani. Salah satunya adalah meningkatkan pasokan valuta asing. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengaku valuta asing ini untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Dia mengatakan, Bank Indonesia akan terus mengintervensi pasar valuta asing dan melanjutkan stabilisasi nilai tukar rupiah. Selain itu, Bank Indonesia akan membeli SBN di pasar sekunder, penerbitan Term Deposit valas dan pengembangan instrumen-instrumen transaksi valas di dalam negeri lainnya. Sejak awal Mei lalu, Bank Indonesia mencatat tekanan terhadap pasar valas dan keuangna semakin meningkat akibat krisis utang Eropa. Hal ini tercermin pada pelemahan nilai tukar dan penurunan indeks harga saham di kawasan Asia termasuk Indonesia. Bank Indonesia telah berusaha meningkatkan pasokan likuiditas valas dan pembelian SBN di pasar sekunder. Bahkan, bank sentral juga menyiapkan sejumlah instrumen untuk menambah pasokan valas dan instrumen lindung nilai. Bukan hanya itu, BI juga memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dalam rangka menjaga dan memelihara stabilitas sistem keuangan, yang ditandatangani tanggal 7 Juni 2012. Darmin sendiri yakin kondisi kecukupan likuiditas baik valas maupun rupiah tetap terjaga. Catatan saja, cadangan devisa per 31 Mei 2012 mencapai US$ 111,5 miliar. Kekhawatiran memburuknya kondisi utang Eropa menjelan pemilihan umum Yunani pada Minggu (17/6) nanti. Bila partai oposisi menang, ada kemungkinan Yunani akan meninggalkan euro zone. Namun, Bank Indonesia menilai dampak langsung dari krisis Eropa terhadap korporasi maupun perbankan Indonesia terbatas. “Eksposur utang ke negara-negara Portugal, Irlandia, Italia, Yunani dan Spanyol (PIIGS) sangat kecil. Demikian pula eksposur perbankan Indonesia terhadap Eropa juga relatif kecil,” ungkap Darmin. Per April 2012 lalu, posisi utang luar negeri swasta Indonesia dari Eropa tercatat US$ 21,6 miliar. Komposisinya, dari Belanda (57,3%), Inggris (10,7%), Jerman (6,4%), dan Prancis (2,5%). (dat18/wol/kontan) |




JAKARTA – Yunai melaksanakan Pemilihan Umum, Minggu kemarin. Eropa memprediksim hasil Pemilu Yunani akan menentukan nasib Yunani apakah akan bertahan atau keluar dari keanggotaan mata uang tunggal Eropa, Euro.
Comments