|
||||
| Binatang jadi peramal, hebatnya sepakbola |
| Opini |
|
ANGGRAINI LUBIS WASPADA ONLINE Jika ditanya apa olahraga yang paling disukai di seluruh permukaan planet bumi ini, mungkin jawaban terbesarnya adalah sepakbola. Bagaimana tidak, olahraga ini tidak membutuhkan banyak biaya dan bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja. Modalnya cukup dengan sebuah bola yang akan diperebutkan kedua belah tim.Kepopuleran sepakbola mampu membuat manusia melupakan sejenak kesulitan dan problema hidupnya. Perang dan pertikaian pun bisa dilupakan saat dua belah negara bertikai bermain di lapangan hijau. Kemiskinan, krisis ekonomi pun bisa terlupakan. Itulah mungkin hebatnya sepakbola. Satu hal yang lebih menarik dalam pertandingan sepakbola adalah ramalan, perkiraan siapa yang akan menjadi juara. Dan yang hebatnya bukan hanya manusia berperan dalam ramalan ini, hewan pun menjadi primadona dalam hal ramal meramal ini. Seperti saat Piala Dunia 2010 lalu, seekor gurita bernama Paul menjadi primadona meramal juara saat itu. Dan memang tepat, saat final Spanyol versus Jerman, Paul kala itu memilih Spanyol menjadi juara. Entah karena keahliannya atau kebetulan semata, tebakan Paul si gurita pun benar adanya Setelah itu, sepertinya peran peramal yang dulu adalah manusia dengan kekuatan sihir atau apapun namanya kini tergantikan oleh binatang. Misalnya Nicholas, seekor Llama yang juga sukses menebak juara Liga Champion, meski pada Piala Dunia, keperkasaannya terkalahkan oleh Paul. Kini gempita Euro 2012 menggema. Jauh sebelum ajang bergengsi tingkat Uni Eropa ini bergulir, sejumlah binatang peramal mulai mewarnai ajang pertaruhan. Sebut saja 'Khryak', seekor babi yang didapuk menjadi peramal dari Ukraina. Sejauh ini Khryak sudah meramal 4 pertandingan dengan tepat. Babi besar berwarna merah muda itu hanya salah saat memprediksi laga Polandia kontra Yunani dan Italia kontra Spanyol yang keduanya berakhir imbang 1-1. Dengan fakta ini, maka akurasi Khryak dalam meramal pertandingan di Piala Eropa 2012 mencapai 66 persen. Hasil yang tidak terlalu buruk bagi seekor hewan 'peramal'. Direktur areal suporter di Kiev, Oleh Katkov pun tidak sungkan-sungkan mengutarakan kekagumannya terhadap kemampuan babi tersebut. "Kemarin, dengan mata sendiri kami melihat dia tepat memprediksi kemenangan Denmark dan Jerman. Oleh karenanya, kami percaya prediksinya akan kembali benar bagi Spanyol dan Kroasia," ujarnya sebelum laga Italia kontra Spanyol seperti dilansir RFERL, Senin, 11 Juni 2012. Keberadaan Khryak sendiri menjadi daya tarik tambahan di Kiev. Aliran pengunjung terus memadati kandang Khryak yang berada di areal suporter. Tidak sedikit anak-anak kecil yang coba mengelus tubuh babi besar tersebut. Patut disimak kelanjutan hasil ramalan Khryak di laga selanjutnya. Selain Khryak, Polandia yang juga menjadi tuan rumah bersama Ukraina memiliki dua ekor ayam peramal bernama Gerwazy dan Protazy adalah dua ekor ayam khas Polandia yang tinggal di kebun binatang Warsawa. Kedua ayam tersebut berhasil meramal dengan tepat ketika Ukraina menang 2-1 atas Swedia. Namun tebakan kedua ayam itu tidak tepat saat laga Prancis dan Inggris yang berakhir seri. Meski belum tentu benar, namun ramalan para binatang ini memberikan warna tersendiri pada perhelatan akbar sepakbola seperti Euro maupun Piala Dunia. Dampaknya bisa saja menjadi psywar bagi tim yang dinyatakan kalah. Namun sebagaimana ramalan yang manusia, ini hanyalah sekedar ramalan. Kemampuan dan ketangguhan tim yang berjuang di lapanganlah yang menentukan kemenangan. Ingat, bola itu bundar dan bisa bergulir ke mana saja. (dat03/wol) |




Jika ditanya apa olahraga yang paling disukai di seluruh permukaan planet bumi ini, mungkin jawaban terbesarnya adalah sepakbola. Bagaimana tidak, olahraga ini tidak membutuhkan banyak biaya dan bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja. Modalnya cukup dengan sebuah bola yang akan diperebutkan kedua belah tim.