|
||||
| Banyak orang keblinger, kata Mahfud |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Menurut Busyro, hal tersebut menjadi masalah yang sangat serius. Mengapa orang-orang, termasuk dari kalangan aktivis muslim yang awalnya bersih, namun bisa menjadi koruptor saat masuk ke dalam partai politik. Menurut Busyro, ideologi partai politik Islam yang ada saat ini di Indonesia tidak ada yang bersifat kerakyatan. Pada umumnya, ideologi partai hanya bersifat pragmatis dan hedonis. "Ideologi seperti ini hanya memberhalakan kebendaan dan keduniawian," kata Busyro. Namun, Busyro membedakan antara ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah dengan partai politik Islam. Menurutnya, ormas-ormas Islam masih tetap konsisten untuk bergerak pada kepentingan rakyat dan umat Islam. Namun, hal ini tidak terlihat di partai politik Islam. Partai-partai politik seperti itu hanya menjadikan Islam untuk menggaet suara saja," katanya. Busyro berharap, peringatan hari Isra Miraj ini menjadikan partai-partai politik Islam untuk berintrospeksi. Ormas-ormas Islam memiliki peran untuk terus mengawasi dan membina kader-kadernya yang berpolitik. "KPK juga siap membantu dengan mengembangkan progam-program pendidikan anti korupsi di partai," kata Busyro. Sejalan dengan pernyataan Busro, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengungkapkan, tidak sedikit mantan aktvfis Reformasi dan pergerakan yang 'sakit gigi' setelah masuk ke dalam lingkaran kekuasaan. "Mereka lupa diri dengan masa lalunya sendiri, tanpa malu-malu," katanya, di Jakarta. Kata Mahfud, beberapa mantan aktivis yang kini masuk partai politik, misalnya, bukan membenahi dan mencerahkan partai agar berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum, tapi justru menutup-nutupi kebobrokan partainya. "Banyak orang keblinger," tegas Mahfud. Sebagai pimpinan MK maupun pribadi, Mahfud mengaku pernah bangga pada mantan aktivis. Mulanya dia yakin para mantan aktivis tersebut bisa membenahi kebobrokan kondisi negara. Namun ia akhirnya harus mengelus dada karena para mantan aktivis itu malah larut dan tidak malu membela hal-hal yang tidak benar. "Heran, orang-orang bersih ini harusnya membela kebenaran. Tapi malah sakit gigi semua," demikian Mahfud. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengungkapkan, ada satu hal yang belum tercapai dalam cita-cita reformasi yang dilakukan oleh kalangan aktivis pada tahun 1998 lalu. Hal yang belum tercapai tersebut ialah pemberantasan korupsi. "Persoalan yang sampai kini belum tuntas, adalah korupsi. Bahkan berita korupsi dari waktu ke waktu malah semakin besar," kata Pram saat berbincang dengan wartawan di Jakarta. Menurut Pram, korupsi pada masa orde baru tidak sampai menyentuh lembaga. Namun, saat ini perilaku korupsi sudah menyentuh lembaga negara, dan bahkan dilakukan secara kelembagaan. "Di zaman Pak Harto korupsi itu tidak pernah menyentuh lembaga negara secara kelembagaan. Sekarang kasus korupsi malah menyentuh lembaga secara kelembagaan," ungkapnya. Lebih lanjut, mantan Sekjen PDI Perjuangan ini mengingatkan seluruh pihak bahwa permasalahan korupsi ini merupakan tanggung jawab dan tantangan bangsa ke depan. "Jadi belum seperti harapan teman-teman mahasiswa 1998. Apa yang menjadi keinginan mahasiswa masa itu belum terpenuhi. Turunnya rezim itu adalah masalah KKN. Ini tantangan bangsa," tandasnya. (dat03/viva/media/wol)
|




JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, mengatakan banyak aktivis dari organisasi masyarakat (ormas) Islam bersih. Namun, mereka menjadi rusak setelah masuk ke partai politik.
Comments