Sunday, 17 June 2012 21:03    PDF Print E-mail
Komunitas Mandailing tolak klaim Malaysia
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN - Upaya Malaysia mengklaim seni kebudayaan Gordang Sambilan, dan tarian Tor-tor yang merupakan ciri khas adat Indonesia mendapat penolakan dan kecaman dari lembaga adat suku Mandailing, Sumatera Utara.

Ketua Lembaga Adat Sidimpuan, Haji Saleh Salam Harahap, menyatakan alat musik Gordang 9 dan tarian Tor-tor adalah budaya yang telah lama lahir dan dikenal luas sebagai milik suku Batak dan Mandailing yang notabene warisan budaya milik bangsa Indonesia. "Budaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu di Mandailing,” kata Saleh Salam bergelar Baginda Tambangan Harahap kepada wartawan, di Medan, hari ini.

Saleh yakin komunitas Mandailing yang tersebar di Malaysia juga bakal menghalangi upaya Malaysia mengklaim budaya itu sebagai milik negara jiran. "Ada dua lembaga adat Mandailing di Malaysia, dan saya kenal pada pemangku adatnya. Tidak mungkin para pemangku adat Mandailing di Negara Bagian Perak, Malaysia, dan di Kuala Lumpur menggadaikan kebudayaan sukunya,” kata Saleh.

join_facebookjoin_twitter    

Saleh yang mengatasnamakan masyarakat adat Mandailing ini menolak tegas serta mengecam keras bila Malaysia tetap melancarkan niatnya mengklaim adat ciri khas budaya Batak dan Mandailing itu.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Malaysia ingin mengakui Tari Tor-tor dan alat musik Gondang Sambilan (Sembilan Gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya negara tersebut.

Kantor Berita Bernama di Malaysia menyebutkan, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Rais Yatim berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. "Tetapi (pengiktirafan ini) dengan syarat, pertunjukan berkala mesti ditunjukkan, bermakna tarian mestilah ditunjukkan, paluan gendang dipelbagaikan dalam pertunjukan di khalayak ramai," kata Rais dalam acara peresmian Perhimpunan Anak-Anak Mandailing di Kuala Lumpur sebagaimana diberitakan situs Bernama.

Dalam situs itu disebutkan pula bahwa rencana itu penting dilakukan untuk memperjuangkan seni dan budaya masyarakat Mandailing. Upaya ini juga bertujuan membuka wawasan warga di negara tersebut tentang asal usul mereka. Masyarakat Sumatera Utara, Indonesia, mengenal Tari Tor-tor sebagai salah satu bagian dalam upacara-upacara adat untuk menghormati para leluhur. Adapun Mandailing merupakan salah satu suku di Sumatera Utara.

Sebelumnya, Malaysia pernah mengklaim sejumlah kesenian asal Indonesia sebagai milik mereka. Malaysia pernah menampilkan tari Pendet asal Bali dalam video iklan 'Enigmatic Malaysia' di Discovery Channel.

Aksi ini memancing reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu sempat marah atas klaim itu. Budayawan Malaysia juga menyesalkan klaim ini. Namun, Malaysia berkilah iklan pariwisata itu yang membuat bukan negaranya, melainkan pihak Discovery Channel.

Selain tari Pendet, Malaysia juga pernah mengklaim tari Reog asal Ponorogo, Jawa Timur dan sejumlah kebudayaan Indonesia lainnya.
(dat03/antara/bernama/wol)

KARTUN HARI INI 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment