Sunday, 17 June 2012 23:56    PDF Print E-mail
Staf khusus hanya untuk pribadi SBY
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Saat ini sudah ada 16 staf khusus SBY. Dan dengan pengangkatan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Firmanzah, sebagai staf khusus Presiden SBY di bidang ekonomi, menambah daftar staf khusus menjadi 17 orang.

Ironisnya, menurut koordinator investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafy, pembentukan dan pengangkatan staf khusus ini bukan untuk kepentingan rakyat. Kinerja para staf khusus ini tidak berpengaruh dan tidak berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. "Malah staf khusus ini lebih banyak mengabdi kepada kebutuhan pribadi SBY untuk menghadapi orang-orang kritis yang dianggap menganggu pencitraan SBY," kata Uchok hari ini.

join_facebookjoin_twitter    

Uchok juga mencatat anggaran untuk staf khusus Presiden SBY yang diambil dari APBN 2012 mencapai Rp33,1 miliar. Ini merupakan angka yang tidak sedikit dan cukup menggambarkan bahwa SBY sangat boros. "Alokasi anggaran sebesar Rp33,1 miliar saja sudah menjadi menjadi bukti bahwa SBY menjebol APBN tahun 2012, dan jauh dari gerakan penghematan yang sudah dicanangkan. Apalagi ditambah lagi dengan staf khusus bidang ekonomi, dan berarti staf khusus Presiden menjadi 17 staf khusus," demikian Uchok.

Sebagaimana diketahui, seorang Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Firmansyah, ditunjuk menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya diberitahu sejak dua hari yang lalu," kata Firmansyah ketika ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, saat mendampingi Presiden yang akan bertolak menuju Meksiko, Jumat lalu.

Firmansyah mengaku telah bertemu langsung dengan Presiden Yudhoyono. Ia mendapat amanat untuk membantu memberikan pemikiran di bidang ekonomi nasional dan global. "Ini sebuah dunia baru bagi saya yang selama ini besar di kampus," katanya.

Setelah menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmansyah berniat melepaskan jabatannya sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. "Saya sudah mengajukan pengunduran diri ke kampus UI untuk posisi dekan," katanya.

Keberadaan Firmansyah dalam daftar staf khusus presiden juga dibenarkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. "Iya, benar," sembari menegaskan akan ada penjelasan lebih lanjut tentang hal itu di lain waktu.

Fitra menilai, tentu anggaran bagi staf khusus kepresidenan akan semakin membengkak. Berikut detail dari alokasi anggaran untuk pelaksanaan tugas staf khusus yang mencapai Rp33,1 miliar. Data tersebut diolah Fitra dari Keppres nomor 32 tahun 2011 Tentang Rincian Anggaran belanja Pemerintah Pusat tahun anggaran 2012;

- Alokasi anggaran untuk Sekretaris Pribadi Presiden sebesar Rp999.535.000
- Pelaksanaan Tugas Juru Bicara Presiden Rp735.588.000
- Bidang Hubungan Internasional Rp1.631.701.000
- Bidang Informasi/ Public Relation Rp7.169.371.000
- Bidang Komunikasi Politik sebesar Rp1.303.459.000
- Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi Rp1.789.123.000
- Bidang Komunikasi Sosial sebesar Rp6.978.475.000
- Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah sebesar Rp1.683.013.000
- Bidang Pangan dan Energi sebesar Rp1.358.370.000
- Bidang Perubahan Iklim sebesar Rp1.177.853.000
- Bidang Publikasi dan Dokumentasi sebesar Rp1.328.188.000
- Bidang Bantuan Sosial dan Bencana sebesar Rp 1.415.867.000
- Pelaksanaan Tugas Utusan Khusus Presiden untuk Millenium Development Goals sebeser Rp1.587.436.000
- Pelaksanaan Tugas Utusan Khusus Presiden Untuk Kerjasama Dengan Negara-negara Asia Pasifik sebesar Rp964.995.000
- Pelaksanaan Tugas Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim sebesar Rp1.615.900.000
- Pelaksanaan Tugas Utusan Khusus Presiden Untuk Penanggulangan Kemiskinan sebesar Rp1.372.145.000
(dat03/rmol/antara)

KARTUN HARI INI 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment