|
||||
| Rumah Om Liem hampir Rp1 triliun |
| Warta |
|
WASPADA ONLINE Setelah upacara pelepasan, keluarga memberi penghormatan terakhir pada mendiang. Para kenalan dan kerabat juga memberi penghormatan terakhir setelah seluruh keluarga selesai. Sejak hijrah ke Singapura lantaran rumahnya di Gunung Sahari diamuk massa, Mei 1998, taipan Liem Sioe Liong atau Sudono Salim dan keluarganya tinggal di kawasan Katong, Mountbatten, Singapura. Kompleks tempat tinggal Om Liem di Singapura ternyata bukan perumahan sembarangan dan hanya orang yang benar-benar kaya yang mampu membeli rumah di atas tanah itu. "Dulu mungkin hanya SIN$ 1-3 juta saat itu," kata kerabat Om Liem yang tak mau disebutkan namanya kepada pers, hari ini. Saat itu Om Liem membeli rumah di atas lahan seluas 8.000 meter persegi pada 1970. "Sekarang nilainya ditaksir sekitar SIN$ 100 juta atau mungkin mendekati Rp1 triliun." Di rumah itu tinggal pula Om Liem dan istri, ditemani putrinya Mira, tinggal sejak mereka “mengungsi” dari rumah lama di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, yang habis dijarah dan dibakar massa dalam kerusuhan pada pertengahan Mei 1998 lalu. Adapun Albert, Andre, dan Anthoni, tiga putra Om Liem, belakangan membeli pula rumah di sebelah dan belakang kediaman Om Liem. Tak mengherankan jika Om Liem mampu membeli rumah mewah itu sejak tahun 1970-an. Bisnis Taipan kelahiran Fujian, Cina, 16 Juli 1916 ini mempunyai usaha di berbagai sektor: bank, makanan, semen, televisi, properti, otomotif, retail, dan lain-lain. Usahanya menjadi salah satu ikon pertumbuhan ekonomi di masa Orde Baru. Ia mengembangkan bisnisnya di bawah perlindungan Presiden ke-2 RI Soeharto. Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, disusul badai politik yang menumbangkan Soeharto pada 1998, bisnis Om Liem ikut goyah. Dia terpaksa menyerahkan 108 perusahaannya ke negara untuk membayar utang Bantuan Likuiditas Bank Indoensia Rp52 triliun. Liem Sioe Liong, pebisnis yang meninggalkan jejak bisnis dan politik di Tanah Air, wafat di usia 96 tahun pada Minggu, 10 Juni 2012, pukul 15.08 waktu Singapura. Kabar meninggalnya Om Liem segera menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sejumlah petinggi pemerintah dan politikus, para pelaku bisnis, serta mantan pejabat Indonesia dan Singapura silih berganti menyampaikan simpati di rumah duka di kompleks Mount Vernon Parlours 1, Jalan Aljunied, Singapura. Tak sedikit pula tamu dari mancanegara datang berbagi duka. (dat03/kompas/republik)
|




SINGAPURA - Keluarga Liem Sioe Liong alias Sudono Salim mulai menggelar upacara pelepasan almarhum, petang hari ini. Rangkaian upacara itu digelar di Mount Vernon Funeral Parlours, Singapura. Upacara diikuti empat anak, 14 cucu, dan empat cicit Om Liem. Mereka dibimbing oleh tujuh biksu dari Singapura.
Comments