|
WASPADA ONLINE BOGOR - Partai Nasional Republik (Nasrep) menyatakan, penilaian Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahwa partai lain lebih korup sebaiknya tidak dilontarkan, apalagi secara terbuka.
"Dari fatsun politik, pernyataan tersebut tidak elok, apalagi disampaikan oleh sosok yang juga dikenal sebagai presiden," kata Wakil Sekjen Partai Nasional Republik (Nasrep) Muhammad M Banapon di Bogor, hari ini.
Tudingan yang disampaikan tersebut, kata dia, jelas membingungkan di tengah sorotan atas sejumlah kader Partai Demokrat atas dugaan korupsi, termasuk yang sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Mestinya, Demokrat mengurus `dapur` dan `rumah tangga` sendiri, dan tidak perlu menilai parpol lain. Kesannya jadi seperti lempar batu sembunyi tangan terkait tudingan korupsi itu," kata Ama, panggilankarib Muhammad M Banapon, yang juga fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI). Menurut Ama Banapon, pernyataan tersebut diakui atau tidak juga mengurangi sisi kenegarawanan Susilo Bambang Yudhoyono, karena melekat di dalamnya sebagai Presiden RI.
"Seolah-olah, persoalan korupsi yang menjadi wewenang negara dan pemerintah, kemudian tereduksi masalah parpol," katanya.
Susilo Bambang Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, ketika memberikan sambutan pada acara "Silaturahim Para Tokoh Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat" di Jakarta, Rabu (13/3) lalu yang menilai masih ada partai politik lain yang lebih korup ketimbang Partai Demokrat. (dat03/inilah)
|
Comments