Sunday, 17 June 2012 18:34    PDF Print E-mail
Pemilu Mesir dibayangi seruan boikot
Warta
WASPADA ONLINE

KAIRO - Warga Mesir mulai memberikan suara dalam pemilu hari kedua untuk memilih presiden pertama, setelah Hosni Mubarak turun dari jabatannya 2011 lalu.

Dalam pemilu presiden putaran kedua ini, kandidat partai Islam Mohammed Mursi bersaing dengan mantan pejabat di era Mubarak, Ahmed Shafiq.

Pemilu presiden ini dilakukan di tengah ketidakpastian politik setelah Dewan Militer membubarkan parlemen.

Keputusan itu diambil setelah Kamis (14/6) lalu, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemilu parlemen tahun lalu melanggar Undang-Undang Dasar.

Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemilu legislatif tidak konstitusional, karena diputuskan hakim yang berada dalam kekuasaan Mubarak.

Mursi yang merupakan kandidat presiden Ikhwanul Muslimin menyebutkan keputusan itu tidak sah dan merupakan kudeta terhadap demokrasi.

Kondisi itu mendorong warga Mesir untuk melindungi revolusi mereka setelah Dewan Tinggi Militer menyatakan parlemen tidak sah dan dibubarkan pada Sabtu (16/6) lalu.

Perselisihan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa dewan militer berupaya untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan menentang demokrasi yang dituntut dalam demonstrasi tahun lalu.

Shafiq, yang pernah menjadi perdana menteri di akhir kekuasaan Mubarak, dalam kampanyenya menyatakan akan mengembalikan stabilitas dan hokum.

Tetapi kritik menyebutkan dia merupakan figur yang mewakili rezim Mubarak.

Sementara iru, Mursi menggambarkan dirinya sebagai revolusioner dan berperan dalam gerakan yang menurunkan Mubarak, dan menjanjikan reformasi ekonomi dan politik.

Dia juga mengurangi sikap religius yang keras sebagai upaya untuk menarik kelompok liberal dan minoritas.

Partai Kebebasan dan Keadilan menang hampir separuh kursi di pemilu legislatif pada 2011 lalu.

Antusiasme dalam pemilihan putaran kedua tampak lebih sedikit dibandingkan dengan putaran pertama, dan terjadi seruan boikot atau merusak surat suara.

Pemilu putaran kedua sangat sedikit pemilih muda yang mendatangi Tempat Pemungutan Suara TPS pasa Sabtu (16/6) lalu.

Ketika TV pemerintah mendorong warga untuk memberikan suara, sejumlah aktivis terlihat menyebarkan seruan boikot di sejumlah stasiun di Kairo.

Dalam pemilu presiden putaran pertama bulan lalu, Shafiq meraih posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 23,7% dan Mursi 24,8%.

Hasil pemilu putaran kedua akan diumumkan pada 21 Juni, tetapi diperkirakan akan lebih cepat dari jadwal.
(dat17/bbc)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment