|
||||
| PD terus merosot, Sutan: Taka apa-apa |
| Warta |
WASPADA ONLINE JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Demokrat, Sutan Bhatoegana mengaku bisa memaklumi hasil survei yang menunjukkan elektabilitas partainya terus merosot akibat skandal korupsi yang menjerat sejumlah kadernya. "Tidak apa-apa," kata Sutan, hari ini.Sebelumnya, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Demokrat anjlok ke posisi tiga jika pemilu digelar saat ini. Padahal pada pemilu 2009, Demokrat menempati posisi utama. Menurut Sutan, penurunan elektabilitas itu menunjukkan kekecewaan rakyat pada Partai Demokrat yang kadernya terjerat kasus korupsi. Selama kasus itu belum tuntas, kata dia, elektabilitas Demokrat akan terus melorot. "Selama kasus Wisma Alet dan Hambalang belum selesai, kondisinya tetap seperti itu," tutur Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat ini. Sutan mengatakan, Demokrat akan mengambilpelajaran dari hasil survei tersebut. Yang terpenting bagi Demokrat saat ini adalah mengembalikan kepercayaan rakyat. "Pidato Ketua Dewan Pembina, Pak SBY, sudah jelas. Kader yang terlibat korupsi harus mundur," katanya. Demokrat hanya memperoleh 11,3 persen di bawah Golkar yang meraih 20,9 persen dan PDI Perjuangan yang mengantongi 14,0 persen suara responden. Bahkan, suara Demokrat terancam anjlok hingga di bawah 10 persen. LSI mengungkapkan, penurunan elektabilitas itu disebabkan oleh kisruh internal dan terlibatnya sejumlah elit Demokrat dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games dan proyek Hambalang. Dua elit Demokrat memang terjerat kasus korupsi. Mantan Bendahara Umum, Muhammad Nazaruddin telah diganjar penjara dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games. Angelina Sondakh juga sudah mendekam di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus yang sama. (dat17/viva) |




JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Demokrat, Sutan Bhatoegana mengaku bisa memaklumi hasil survei yang menunjukkan elektabilitas partainya terus merosot akibat skandal korupsi yang menjerat sejumlah kadernya. "Tidak apa-apa," kata Sutan, hari ini.
Comments