Wednesday, 13 June 2012 22:45    PDF Print E-mail
Presiden SBY bicara kekuasaan
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi mengumumkan pengangkatan menteri dan wakil menteri serta dua kepala badan, hari ini.
 
Pengangkapan menteri dan wakil menteri yang sempat menuai kontrversi karena sempat digugat ke MK termasuk soal posisi wamen yang dinilai membebani anggaran langsung ditanggapi SBY dalam pidato pengumuman menteri dan wakil menteri. Pengangkatan wakil menteri, kata dia, merupakan kewenangan Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

join_facebookjoin_twitter    

"Presiden memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan pemerintahan, itu yang ada di Undang-undang Dasar 1945," kata SBY di Istana Bogor, Jawa Barat.

Dengan kewenangan itu, Presiden tentu bisa menyusun struktur pemerintahan yang dipandang efektif untuk menjalankan pemerintahan. "Presiden diberi kewenangaan oleh undang-undang untuk mengangkat menteri dan wakil menteri, untuk itu saya angkat beberapa wakil menteri," tegas SBY.

Alasan lain yang dijadikan dasar pengangkatan wakil menteri adalah banyaknya tugas yang harus ditanggung menteri. Dia mencontohkan menteri keuangan yang harus membahas berbagai kebijakan keuangan dengan DPR maupun menghadiri berbagai forum ekonomi di luar negeri. Sehingga, agar semua tugasnya bisa terlaksana, SBY memutuskan mengangkat wakil menteri keuangan.

SBY juga mencontohkan betapa banyaknya tugas yang dijalankan menteri tersebut. Lebih dari 30 persen waktu Menlu dihabiskan untuk bertugas di luar negeri. Sementara untuk sidang kabinet, Presiden sering memerlukan pejabat utama di kementerian itu. "Beda dengan Sekjen dan Irjen, hakikatnya Wamen membantu Presiden dalam policy making," kata SBY.

Soal vonis MK, SBY mengaku menghormati putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan pengangkatan wakil menteri harus diperjelas payung hukumnya. "Karena penjelasan pasal 10 dianggap terlalu mengikat. Atas putusan itu saya jalankan, penjelasan Pasal 10 itu yang kita tiadakan, artinya tidak ada sesuatu yang luar biasa," katanya.

bagian lain, pidatonya SBY menanggapi tudingan pemborosan atas pengangkatan wamen.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pengangkatan wakil menteri (Wamen) yang dilakukannya juga memperhatikan asas penghematan. "Kita tentu mengutamakan penghematan untuk jumlah wakil menteri itu kita sudah hitung secara riil untuk kerja pemerintahan, sehingga ada peliputan dikatakan pemborosan, tidak seperti itu. Kita juga memperhatikan asas berhemat," kata SBY.
(dat03/antara/viva)

WARTA KARTUN  

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment