|
||||
| AY Nasution ceramah Isra Mi'raj di Labusel |
| Warta |
|
RIDIN WASPADA ONLINE LABUSEL - Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan dari Masjidil Harom ke Masjdil Akso. Dalam Mi'raj itu terkandung dua makna yang harus kita pahami, yaitu ablumminanas dan ablumminallah. Kedua paham itu harus beriringan kita amalkan dan laksanakan di dalam kehidupan kita sehari-hari."Ablumminanas, yaitu hubungan mendatar antar sesama manusia. Artinya berlaku baik kepada sesama dan itu merupakan sikap yang sangat disenangi oleh Allah. Kemudian Ablumminallah, yaitu berkomunikasi kepada Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Percayalah, Allah akan memberikan apa yang kita minta, mungkin tidak saat ini, namun pasti akan diberi, bisa nanti atau di hari akhirat nanti," ujar AY.Nasution, hari ini. Hal itu dikatakan mantan Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrat), Letjen TNI (Purn) AY.Nasution saat diminta menjadi Uztad di acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1433 H di Desa Bunut, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Hadir dalam acara Kepala Desa Bunut, Khairuddin Daulay beserta Sekretaris Desa, Yusuf Bahri Nasution, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan ratusan masyarakat sekitarnya. AY.Nasution mengatakan, Allah selalu akan memberikan nikmat kepada hamba-Nya yang selalu meminta kepada-Nya, tidak terkecuali siapa orangnya. Oleh karena itu, mari kita sebanyak-banyaknya memintaa nimat kepada Allah dan jangan lupa melaksanakan semua perintah-Nya. Dalam perjalanan dari Masjidil Harom ke Masjidil Akso, juga terkandung tiga makna yang menjadi proses hidup umat manusia, pertama saat kelahiran, kedua saat hidup, dan ketiga saat mati. Sesungguhnya, kehidupan kita saat ini adalah waktu kita menuju kematian. Oleh karena, marilah kata memperbanyak amal untuk modal kita di akhirat. Menurut AY, suami-istri akan baik hidupnya jika mensyukuri apa yang diberikan Allah. Rasa bosan untuk mensyukiri akan membuat manusia sesat kearah yang tidak diridhoi. Karena Allah maha tahu dan maha segalanya. Apa yang kita terima dan kita rasakan sesunggungnya, ada rahasia Allah yang tidak kita ketahui. Sebagai umat muslim wajib memiliki hati yang bersih. Dengan hati yang bersih itu Allah akan senang kepada hamba-Nya dan itu membuat kita dekat dengan-Nya. Sehingga tidak akan ada fikiran negatif muncul dalam hati manusia. "Mesucikan hati ada lima hal yang harus dipahami dan dilakukan, pertama sering membaca alquran dan maknanya, kedua laksanakan sholat malam, ketiga sering berpuasa di bulan ramadhan, keempat berzikir kepada Allah, dan yang kelima berkumpul dengan orang-orang sholeh. Jika ini dilakukan, tidak ada terniat dihati kita untuk berbuat jahat," terang AY. Isra Mi'raj juga membangun sebuah karakter pada diri kita. Dengan memahami Isra Mi'raj, kita akan berfikir untuk berbuat baik. "Khusus kepada anak kita, istri kita, suami kita, dan saudara kita. Jika orangtua tidak beriaman, bagaimana kita anak akan baik? Jadi sebagai orangtua, kita harus bisa memberikan ajaran yang diperintahkan Allah," jelas AY. Setelah selesai memberikan cerama, AY.Nasution kemudian berpamitan kepada seluruh masyarakat Desa Bunut untuk melanjutkan perjalanan. Sebagai kenang-kenangan, masyarakat Desa Bunut memberikan dua helai kain sarung. Editor:SASTROY BANGUN (dat17/wol) |




LABUSEL - Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah perjalanan dari Masjidil Harom ke Masjdil Akso. Dalam Mi'raj itu terkandung dua makna yang harus kita pahami, yaitu ablumminanas dan ablumminallah. Kedua paham itu harus beriringan kita amalkan dan laksanakan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Comments