Wednesday, 13 June 2012 03:30    PDF Print E-mail
Calo CPNS ngaku setor uang ke orang SBY
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang terjadi di Sumatera Utara semakin terkuak. Kali ini, seorang tersangka bernama Aminuddin (31), warga DKI Jakarta, yang masih tercatat sebagai PNS di Badan Kepegawaian Pusat, Jakarta kemarin berhasil diringkus oleh Tim Subdit III Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), dari tempat persembunyiannya di Surabaya.

Kepada polisi tersangka menyebut-nyebut orang dekat SBY terlibat dalam kasus tersebut. Saat dikonfirmasi Waspada Online, Kasubdit III Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan menjelaskan bahwa penangkapan Aminuddin ini merupakan perkembangan penyelidikan atas tertangkapnya calo CPNS di Sumut yang bernama Suroso beberapa waktu lalu di Jakarta. “Jumlah korban yang berhasil dijaring di Sumut para calo ini sekitar 400 orang, dengan kerugian mencapai Rp5 miliar lebih,” jelas Andry, tadi malam.

join_facebookjoin_twitter

Terkait dengan seseorang yang dikemukakan Aminuddin adalah orang dekat Presiden SBY, Andry mengatakan, setiap warga negara mempunyai  hak yang sama di depan hukum. "Tetap saja kita proses, semua warga negara mempunyai hak yang sama di depan hukum," ujar Andry seraya menambahkan, bahwa Aminuddin akan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHPidana, tentang penipuan dengan penggelapan. dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, menurut tersangka Aminuddin yang tampak berkulit putih bercelana pendek dan mengenakan baju tahanan Polda Sumut mengatakan, bahwa dirinya baru sekitar satu tahun terlibat dalam sindikat calo CPNS. "Baru setahun bang saya terlibat dalam pengurusan CPNS di Sumut ini," terang Aminuddin.

Aminuddin mengaku, bahwa semua uang yang diterimanya dari Suroso (tersangka yang menjaring korban di Sumut, red) disetorkannya kepada seseorang yang diakuinya adalah orang dalam lingkaran dan dekat dengan Presiden SBY. "Inisialnya IB, katanya dekat dengan RI 1 (Presiden SBY-red)," ujar Aminuddin, sembari menyampaikan rasa khawatirnya dengan keamanan keluarganya.

Takut, IB melakukan teror. "Saya kan orangnya polos bang dan dia bekingannya kuat, saya takut terjadi sesuatu terjadi dengan keluarga saya di Cianjur," ujar Aminuddin.

"Saya cuma menjadi perantara dan korban bang, seharusnya orang-orang yang menikmati hasilnya yang ditangkap, kenapa harus saya. Saya tidak mengenal siapa-siapa di Sumut ini, hanya kenal Suroso," terangnya.

Aminuddin juga mengakui, bahwa dirinya tidak mengenal dekat IB. Perkenalannya dimulai saat dirinya ketemu IB dalam sebuah acara. "Saat ketemu itulah disampaikanya, bahwa dia dapat mengurus CPNS di Sumut," terang Aminuddin.

Menurut Aminuddin, semua uang yang disetorkan Suroso padanya, diserahkan kepada IB secara langsung. "Yang menentukan lokasi penyerahan dia bang," tambahnya.

Selain itu, Aminuddin juga mengaku, dari uang yang disetorkanya pada IB, dirinya tidak menerima komisi sama sekali. "Hanya dikasi uang rokok saja bang, kisaranya Rp1-2 juta dari IB, tiap kali saya setor," katanya.

Begitupun, Aminuddin tak menampik, dari sejumlah korbanya, ada juga yang masuk menjadi CPNS di Sumut. "Sekitar 30-40 orang, ada juga yang masuk jadi CPNS di Sumut," terangnya.

Menurutnya, uang dari tiap calon CPNS yang disetorkan Suroso padanya adalah Rp15 juta per orang, dan dirinya sama sekali tidak pernah menerima komisi dari uang yang disetorkannya pada IB, kecuali hanya sebatas uang rokok, seperti yang disebutkannya tadi.

Sementara itu informasi menyebutkan, Suroso yang telah ditangkap oleh Polda Sumut beberapa waktu lalu telah menjalani vonis persidangan di Pengadilan Negeri Medan dengan hukuman penjara selama 2 bulan.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/wol)

 



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment