|
||||
| Tingginya pungutan liar di SMA Favorit |
| Warta |
WASPADA ONLINE MEDAN - Pungutan liar sepertinya sudah menjadi kebiasan pada saat penerimaan siswa baru. Diperkirakan pungutan semakin mahal saat peminat para calon siswa semakin dan sekolah yang memiliki standar tinggi atau sekolah favorit, karena hal itu sangat di manfaatkan oleh pihak sekolah.“Semakin tinggi standar sekolah, semakin mahal pungutannya, di kota lebih mahal ketimbang di desa," kata Koordinator bidang Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan. Ade memaparkan tiga modus yang pungli yakni, ketika mendaftar dimulai sekolah meminta biaya tes, tes IQ dan lainnya. Kedua, ketika masuk berkaitan dengan anggaran pendapatan sekolah. Ketiga, sekolah memaksa untuk bisa masuk dengan membeli kursi. Akibat pungli yang dilakukukan pihak sekolah, lanjut Ade, yakni pertama, uang negara hilang, yang kedua, uang orang tua siswa hilang, ketiga, menghambat akses keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan, dan keempat institusi pendidikan tempat belajar korupsi. Untuk mengantisifasi terjadinya pungli tersebut, maka Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh sudah menyiapkan posko pengaduan bagi masyarakat yang sudah di pungut biayanya secara tidak wajar. “Karena ada saja yang lenggar, maka kementerian melalui Inspektor Jenderal juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa telah di p[ungut biaya yang tak wajar itu. Setiap tahun selalu dibuka dan menerima laporan-laporan mastarakat,” kata M. Nuh. Sementara itu, Dinas pendidikan Kota Medan menegaskan kalau di kota Medan tidak ada pungutan liar saat penerimaan siswa baru di sekolah negeri. “Jika ada yang melakukan kutipan biaya masuk dalam penerimaan siswa baru, akan kami tindak tegas karena itu merupakan pungutan liar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M. Rajab Lubis. Namun sayang hal tersebut hanya berlaku untuk SMA negeri saja, tidak untuk swasta. “Ini hanya bisa dilakukan sekolah negeri sebab kalau sekolah swasta itu beda. Dalam undang-undang yayasan, tertera bahasan yang menyatakan kutipan masyarakat dibutuhkan dalam menunjang proses kelancaran pembelajaran di sekolah,” kara Rajab. (dat18/wol/irwans) |




MEDAN - Pungutan liar sepertinya sudah menjadi kebiasan pada saat penerimaan siswa baru. Diperkirakan pungutan semakin mahal saat peminat para calon siswa semakin dan sekolah yang memiliki standar tinggi atau sekolah favorit, karena hal itu sangat di manfaatkan oleh pihak sekolah.
Comments